Women Lead Pendidikan Seks
December 21, 2021

Rekomendasi 5 Film Barat Tersedih yang Wajib Ditonton

Siapkan tisu jika ingin menonton film-film sedih berikut ini.

by Jonesy
Culture // Screen Raves
Film The Theory of Everything
Share:

Kamu pernah merasa sedih tapi susah menangis sepuasnya? Dalam kondisi ketika kamu tak bisa mengekspresikan perasaan, hal ini malah rawan jadi beban mental. Dikutip dari laman Healthline, menangis bisa memperbaiki mood kamu setelahnya. Selain itu, dengan menangis sesenggukan, membantu kita mengurangi rasa sakit. Oleh sebabnya, ketika saya merasa sedih saya berusaha mengekspresikan rasa sedih saya dengan menangis.

Jika ingin membuat hati lega dan air mata membanjir keluar, saya punya tips yang bisa kamu lakukan. Caranya tak lain adalah dengan menonton film-film Barat untuk membuat hatimu makin ambyar enggak karuan. Tidak ada alasan spesifik, sih kenapa saya memilih film Barat, saya memang menyukai semua film, dari film hollywood hingga Indonesia. Asal ceritanya menarik, pasti sudah masuk ke dalam daftar tontonan saya. 

Film-film yang membuat saya sedih tentunya tidak cuma bercerita tentang cinta-cintaan saja. Ada film tentang bagaimana tantangan menjadi seorang ibu, ada cerita tentang keluarga, dan lain sebagainya. 

Baca Juga: Drakor ‘Mr. Queen’, Aset Negara dan Bentuk ‘Soft Power’ Korea Selatan

Nah, berikut ini beberapa rekomendasi film Barat tersedih dari saya, yang enggak cuma bikin mewek tetapi juga memberikan banyak pelajaran kehidupan bagi kita. 

Film Barat Tersedih Tentang Percintaan Remaja: The Fault in Our Star

Film Barat tersedih ini bercerita tentang kisah remaja SMA bernama Hazel Grace Lancaster yang menderita kanker tiroid dan menyebar ke organ paru-parunya. Hal ini membuat Grace harus hidup dengan tabung oksigen, bahkan ia harus membawa-bawa tabung oksigen kemanapun ia pergi, termasuk ke sekolah.  

Kondisi Grace tentunya membuat ia sangat tertekan dan depresi. Melihat kondisi anaknya yang tidak menentu, ibu Grace akhirnya mendorong Grace untuk masuk ke support group penyintas kanker.

Awalnya Grace enggan mengikuti grup tersebut, tetapi akhirnya ia pun  menuruti kemauan sang ibu. Grace pun bertemu dengan Augustus Waters atau Gus, seorang remaja seusia Grace yang harus kehilangan satu kakinya akibat dari kanker tulang. Pertemuan pertama mereka pun membuat mereka dekat satu sama lain, dari itu mereka mulai bersahabat baik. 

Film ini tidak hanya bercerita tentang bagaimana remaja mulai merasakan jatuh cinta, tetapi bagaimana perjuangan para penyintas kanker menghadapi penyakitnya dan berusaha tegar dengan penyakitnya. 

Me Before You

Perempuan muda yang unik dan penuh semangat bernama Louisa Clark, baru saja pindah ke pekerjaan barunya untuk membantu keluarganya. Di pekerjaan barunya ini, Lou menjadi seorang perawat dari Will Traynor, seorang bankir muda tampan, yang lumpuh akibat kecelakaan yang ia alami dua tahun lalu.

Kesabaran Lou sangat diuji lantaran pembawaan Will yang sangat sinis dan menyebalkan. Namun, hal ini perlahan berubah berkat sikap Lou yang menunjukkan bahwa hidup Will itu sangat berarti. Dari situ, hubungan keduanya terjalin semakin dalam, dan membawa mereka pada situasi yang tidak pernah mereka bayangkan. 

Baca Juga: ‘Because This Is My First Life’ Soroti Ragam Perjuangan Perempuan Kelas Menengah

Tidak hanya romantis, film Barat tersedih ini terbukti membuat saya menangis sesenggukan lantaran drama antara Lou dan Will yang mengaduk-aduk hati dan pikiran penontonnya. 

Film Barat Tersedih tentang Perjuangan Perempuan: Roma

Roma merupakan salah satu film yang mendapat 10 nominasi di Academy Award ke-91. Film ini sangat menyentuh dan sarat akan isu perempuan. Berlatar waktu pada tahun 1970-an di Kota Meksiko. Film ini bercerita tentang Cleo satu dari dua orang pekerja rumah tangga yang membantu keluarga Antonio dan Sofia dan keempat anak mereka. 

Permasalahan muncul ketika Antonio tiba-tiba lari bersama dengan selingkuhannya dan meninggalkan Sofia beserta anak-anak mereka. Di lain sisi Cleo juga menemukan dirinya tengah mengandung anak dari sang kekasih, namun kekasihnya tidak mau bertanggungjawab dan meninggalkan Cleo begitu saja. 

Sofia pun membantu Cleo memeriksakan kehamilannya, dan ia juga memutuskan untuk liburan bersama dengan anak-anaknya dan juga mengajak Cleo dalam liburan tersebut.

Penuh dengan haru-biru dan menguras air mata, film ini secara apik memperlihatkan bagaimana tantangan menjadi seorang perempuan latin dalam mempertahankan keluarganya. 

Pieces of Woman

Bagaimana rasanya, jika kamu seorang ibu yang baru saja melahirkan namun bayimu tidak selamat dalam proses persalinan? Tentunya, hal ini membuat dirimu sangat terpukul, sedih, dan merasa kejadian itu karena kesalahanmu.

Hal ini tergambar secara apik dan mengharukan dalam Pieces of Woman. Film ini bercerita tentang Martha, yang baru saja melahirkan anak pertamanya namun, malang anak tersebut meninggal dunia dalam persalinan. Hal ini membuat Martha dan pasangannya sangat terpukul, saking terpukulnya Martha melalui masa-masa kelam yang tak bisa kita bayangkan. 

Baca Juga: 5 Film untuk Bulan Kesadaran Kesehatan Mental

Film ini tak hanya memperlihatkan bagaimana perempuan menghadapi kedukaan mereka saat ia harus kehilangan anak yang ia kandung, tetapi juga bagaimana masyarakat memperlakukan perempuan secara tidak adil saat ia kehilangan anaknya. Menguras emosi dan air mata, film ini bisa kamu tonton di Netflix.

The Theory of Everything

JIka kamu familiar dengan tokoh Stephen Hawking, kamu mesti dan kudu menonton film The Theory of Everything. Film ini merupakan biografi dari ilmuwan  tersebut, dan diperankan oleh Eddie Redmayne dan Felicity Jones. Cerita berpusat pada kehidupan Hawking di masa-masa ia  berkuliah dan bertemu dengan istrinya Jane Wilde, yang juga merupakan mahasiswa di kampus yang sama. 

Baca Juga: 4 Rekomendasi Film India yang Urai Patriarki dengan Gamblang

Mereka pun akhirnya menikah, tapi kebahagiaan itu perlahan berubah saat Hawking menemukan dirinya mengidap penyakit saraf, hingga ia lumpuh total. Terlepas dari kondisinya yang berubah drastis, Hawking tetap berusaha untuk menyelesaikan penelitiannya tentang waktu, dan tentunya hal tersebut dibumbui dengan beragam tantangan dan air mata yang ia hadapi bersama dengan istrinya.