Women Lead Pendidikan Seks
January 08, 2021

5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Soal Kanker Serviks Serta Gejalanya

Kanker serviks menjadi momok yang menakutkan bagi perempuan. Maka dari itu, ini beberapa hal yang perlu kamu ketahui soal kanker serviks.

by Jonesy
Lifestyle // Health and Beauty
Share:

Salah satu momok paling menakutkan bagi perempuan menyangkut kesehatan organ reproduksinya adalah penyakit kanker serviks. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker ini merupakan peringkat keempat jenis kanker yang paling umum diidap oleh perempuan. Pada 2018, WHO mencatat ada sekitar 570.000 perempuan yang didiagnosa mengidap kanker rahim di dunia dan 311.000 meninggal akibat penyakit tersebut.

Di Indonesia sendiri, menurut data dari HPVcenter.net, setiap tahunnya sekitar 32.469 perempuan didiagnosa mengidap kanker serviks dan 18.279 di antaranya meninggal akibat penyakit tersebut. Penyakit ini menduduki peringkat kedua sebagai kanker yang umum diderita oleh perempuan dan peringkat kedua sebagai kanker paling umum yang diidap perempuan berusia 15 hingga 44 tahun.

Apa itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Area ini merupakan bagian dari saluran reproduksi perempuan yang bertugas menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus. Faktor penyebab utama kanker ini adalah akibat dari kelompok virus Human Papiloma Virus (HPV).

Baca Juga: Pfizer Luncurkan Program untuk Pasien Kanker Payudara

Agar kita dapat menjaga organ reproduksi kita dari penyakit kanker rahim, berikut ini beberapa hal yang perlu kamu ketahui terkait dengan kanker serviks.

1. Gejala Kanker Serviks

Untuk stadium awal, memang kanker serviks  sulit dideteksi. Ketika penyakit ini mulai beranjak ke stadium lebih tinggi, memang ada beberapa gejala kanker rahim yang muncul dan patut kita curigai di antaranya,

  • Pendarahan dari vagina di luar siklus menstruasi kita, setelah berhubungan seks, setelah pemeriksaan pinggul, atau setelah menopause.
  • Terjadi keputihan yang encer, berwarna kecoklatan, bercampur darah, dan berbau busuk.
  • Merasakan sakit ketika buang air kecil, atau berhubungan seksual.
  • Adanya darah ketika buang air kecil

2. Penyebab Kanker Rahim

Apa penyebab kanker serviks pada perempuan? Belum ada penelitian yang dapat memastikan apa saja  penyebab dari penyakit ini. Namun, faktor utama penyebab kanker rahim berasal dari kelompok virus Human Papiloma Virus (HPV). Selain itu, virus ini tidak hanya bisa menyerang daerah kelamin loh. HPV  juga dapat menginfeksi kulit dan membran mukosa di bagian anus, mulut, serta tenggorokan.

Baca Juga: 6 Tips dan Cara Masturbasi sehat untuk Perempuan

Risiko terkena virus HPV akan semakin besar ketika perempuan tersebut berhubungan seks secara tidak aman atau memiliki pasangan seksual lebih dari satu, berhubungan seks sejak dini, memiliki kekebalan tubuh yang lemah, serta  menderita infeksi menular seks. Selain itu, perempuan perokok juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kanker rahim.

3. Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan kanker serviks dilakukan berdasarkan tingkat keparahan dari kanker tersebut dan beragam faktor lainnya, seperti stadium kanker, dan faktor kesehatan pasien. Umumnya beberapa metode medis dilakukan untuk mengobati kanker rahim seperti operasi pada area rahim, dan terapi radiasi.

Pasien juga dapat menjalankan kemoterapi  atau terapi yang menggunakan obat khusus yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien melalui infus atau dalam bentuk pil. Hal ini dilakukan untuk menghancurkan sel-sel kanker serta mengurangi kemungkinan rusaknya sel-sel yang sehat. Selain itu, terapi target serta imunoterapi juga dapat dilakukan untuk membantu proses penyembuhan kanker rahim.

4. Cara Mencegah Kanker Serviks

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan agar kita dapat terhindar dari kanker serviks.

  • Berhubungan seks lah dengan aman, pakailah kondom agar terhindar dari penyakit infeksi menular seks dan tidak berganti-ganti pasangan.
  • Menerima vaksin HPV. Vaksin ini dapat diberikan kepada perempuan berusia 9-26 tahun, dan vaksin akan lebih efektif bekerja ketika perempuan tersebut belum beraktivitas seks secara aktif.
  • Lakukan pap smear secara rutin. Pap smear merupakan prosedur yang dilakukan untuk mendeteksi kanker leher rahim. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengambil  sampel sel pada area serviks, setelah itu sel tersebut di periksa di lab untuk melihat apakah terdapat sel pra-kanker atau tidak.
  • Disarankan untuk tidak merokok agar risiko terkena kanker rahim semakin berkurang.

5. Yang Perlu Dilakukan Ketika Orang Terdekat Terkena Kanker Serviks

Jika ada kerabatmu atau pasanganmu yang didiagnosa kanker rahim, hadapi kegundahan itu dan tetap dukung dia. Bekali diri sendiri dengan beragam informasi tentang kanker serviks dan membantunya untuk mencari support group penderita kanker. Selain itu, sebisa mungkin temani dia setiap kali ada jadwal periksa ke dokter.

Baca Juga: 5 Dokumenter Layak Tonton Soal Ketubuhan Perempuan

Dengarkan cerita mereka sepenuh hati, sebab terkadang yang diperlukan oleh pasien hanya sekadar teman untuk mendengarkan ceritanya. Terakhir, pahami juga bahwa ada saat-saat mereka  juga membutuhkan waktu sendiri, dan itu tidak apa-apa.