Women Lead Pendidikan Seks
September 07, 2022

Perempuan Muda dalam Ancaman Serangan Jantung? Ini Tipsnya Jaga Kesehatanmu

Seberapa sering perempuan muda meninggal karena serangan jantung dan bagaimana cara meningkatkan kesehatan jantungmu?

by Sally Inglis, Clara Chow, dan Patricia Davidson
Lifestyle // Health and Beauty
Share:

Kematian Senator Australia Kimberley Kitching pada Maret 2022 adalah kehilangan tragis yang mengejutkan banyak perempuan. Kitching, 52 tahun, diduga meninggal karena serangan jantung.

Pada saat masyarakat sedang bergulat dengan kematian mendadak pemain kriket kondang Shane Warne, juga pada Maret lalu, dan membuat kita meminta para laki-laki di sekitar kita untuk memerhatikan kesehatan jantung mereka, kematian mendadak Kitching menjadi peringatan yang jelas dari risiko penyakit jantung bagi perempuan.

Risiko ini sering diabaikan, terutama pada perempuan muda, dan gejalanya mungkin berbeda dari yang biasanya terlihat pada laki-laki.

Baca juga: Masalah Jantung pada Perempuan Sering Luput dari Perhatian

Apa Risiko Terkena Serangan Jantung?

Di Australia, penyakit jantung adalah penyebab utama kematian dan kecacatan baik pada perempuan maupun laki-laki.

Risiko kejadian akut (termasuk serangan jantung) meningkat seiring bertambahnya usia baik bagi laki-laki mau pun perempuan: dari lima per 100.000 untuk perempuan berusia 25–34 (13 per 100.000 untuk laki-laki) menjadi 2.100 per 100.000 untuk perempuan berusia 85 tahun ke atas (2.900 per 100.000 untuk laki-laki).

Sekitar 14 persen perempuan berusia 45-74 tahun berisiko tinggi dari serangan jantung selama lima tahun berikutnya. Di semua kelompok umur, 20 perempuan Australia meninggal karena penyakit jantung setiap hari.

Bagaimana Perempuan Mengalami Serangan Jantung?

Pengalaman perempuan tentang serangan jantung bisa berbeda dengan laki-laki, mereka cenderung tidak mengalami nyeri dada. Perempuan lebih mungkin menderita sesak napas dan nyeri di antara tulang belikat. Mereka juga cenderung mengalami mual atau muntah.

Kita sering mendengar perempuan menunda memanggil ambulans atau menunggu untuk melihat apakah ketidaknyamanan mereda sebelum mereka mencari perawatan. Perempuan juga lebih kecil kemungkinannya untuk menerima pengobatan tepat waktu.

Baca juga: Riset: Perempuan Indonesia Kehilangan 36 Juta Tahun untuk Hidup Sehat

Perawatan yang efektif tersedia di rumah sakit. Tetapi menunda pengobatan dapat mengurangi manfaat terapi dan menyebabkan hasil yang lebih buruk.

Cara Mengurangi Risiko Serangan Jantung

Mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan serangan jantung adalah penting bagi semua perempuan. Berikut adalah empat hal yang dapat kamu lakukan hari ini:

1. Periksakan kesehatan jantung kamu

Di Australia, warga berusia 45 tahun ke atas dan penduduk asli berusia 30 tahun ke atas dapat memiliki pemeriksaan kesehatan jantung dengan dokter umum yang didanai Medicare.

Selama pemeriksaan ini, dokter umum kamu akan menghitung risiko kamu terkena serangan jantung dalam lima tahun ke depan. Ini akan dilakukan dengan menggunakan informasi dari riwayat kesehatan kamu, riwayat keluarga, faktor gaya hidup, dan pengukuran seperti tekanan darah dan tes darah.

Tes juga dapat mencakup EKG (elektrokardiogram) dan skor kalsium CT. EKG melihat ritme jantung kamu, sementara skor kalsium CT mengukur jumlah kalsium di dalam dinding arteri jantung. Ini dapat menunjukkan penumpukan plak (penyumbatan) di dalam pembuluh darah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Berdasarkan skor risiko kamu, dokter umum akan dapat memberikan saran perawatan untuk mengurangi risiko serangan jantung. Jika skor risiko tinggi, mereka mungkin merekomendasikan obat-obatan tertentu. Pada skor risiko yang lebih rendah, modifikasi gaya hidup – seperti perubahan pola makan, olahraga, dan berhenti merokok – dapat direkomendasikan sebagai pendekatan awal.

2. Berhenti merokok

Merokok secara substansial meningkatkan risiko penyakit jantung. Ini mempersempit dan menyumbat pembuluh darah, serta mengurangi suplai darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Merokok juga membuat pembuluh darah menjadi kaku dan tidak bisa meregang.

Orang yang merokok empat kali lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung dan tiga kali lebih mungkin meninggal karena serangan jantung.

Berhenti merokok mengarah pada kesehatan keseluruhan yang lebih baik pada usia berapa pun, terutama untuk kesehatan jantung. Dukungan untuk berhenti merokok tersedia melalui Quit Line – tidak ada kata terlambat untuk berhenti.

3. Berolahraga

Olahraga memiliki banyak manfaat kesehatan fisik dan mental, termasuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

Jika kamu memiliki penyakit jantung, aktivitas fisik dapat membantu mengelola kondisi tersebut, menurunkan risiko diabetes tipe 2, dan menjaga berat badanmu tetap terkendali. Mencapai berat badan yang sehat juga mengurangi risiko penyakit jantung.

Berjalan adalah cara yang bagus untuk mulai berolahraga dan dapat dilakukan dengan teman untuk memberikan dukungan, atau melalui komunitas kelompok jalan kaki.

Baca juga: Dear Sobat Kolesterol, Obat Alternatif Berpotensi Ditemukan

4. Tukar makanan tidak sehat

Ganti makanan yang kurang sehat dengan pilihan yang lebih sehat, termasuk sayuran dan buah-buahan, dan kurangi garam dan minuman ringan.

Membuat perubahan bisa jadi sulit, tetapi mulailah dengan beberapa perubahan yang dapat dicapai dan resep murah dan sehat.

Meningkatkan Akses ke Perawatan

Akses ke perawatan pencegahan, dukungan spesialis, dan rehabilitasi setelah serangan jantung sangat penting untuk mengurangi kematian dan kecacatan akibat penyakit jantung.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan akses ke perawatan, terutama dalam kelompok prioritas seperti perempuan dari komunitas yang beragam secara budaya dan bahasa, seperti wanita Aborigin dan Penduduk Kepulauan Selat Torres, dan perempuan yang tinggal di pedesaan dan terpencil Australia.

Akses yang lebih baik ke perawatan memerlukan kepastian kapasitas tenaga kerja perawatan primer, terutama di daerah pedesaan dan terpencil, serta pendanaan dan kebijakan untuk meningkatkan akses ke perawat perawatan primer, praktisi perawat, dan layanan rehabilitasi jantung.

Telehealth adalah alat yang berharga untuk meningkatkan akses ke dokter umum dan layanan spesialis jantung, terutama di daerah pedesaan dan terpencil.

Semua orang pernah mendapatkan peringatan untuk memperhatikan kesehatan jantung mereka. Mengurangi risiko penyakit jantung dimulai dengan membuat janji dengan dokter umum untuk pemeriksaan kesehatan jantung guna mendapatkan dukungan pribadi untuk menjalani hidup sehat.The Conversation

Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh The Conversation, sumber berita dan analisis yang independen dari akademisi dan komunitas peneliti yang disalurkan langsung pada masyarakat.

Opini yang dinyatakan di artikel tidak mewakili pandangan Magdalene.co dan adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Ilustrasi oleh Karina Tungari

Sally Inglis, Profesor, Heart Foundation Future Leader Fellow, IMPACCT, Faculty of Health, University of Technology Sydney; Clara Chow, Cardiologist at Westmead Hospital; Director of the Westmead Applied Research Centre, University of Sydney, dan Patricia Davidson, Vice-Chancellor, University of Wollongong