Women Lead Pendidikan Seks
October 30, 2020

5 Cara Hasilkan Uang Tambahan untuk Mahasiswa

Penghasilan pasif bukan cuma buat orang kaya, mahasiswa pun bisa mendapatkannya.

by Finansialku
Lifestyle
Share:

Penghasilan pasif atau passive income adalah penghasilan yang akan mengalir dengan sendirinya ke rekening kita tanpa harus mengerjakan sesuatu. Jadi, meskipun lagi duduk santai, tidur-tiduran di rumah, bahkan saat tidur di malam hari pun dompet tetap terisi.

Penghasilan semacam ini kedengarannya cuma bisa diraih orang kaya atau trust fund baby alias anak sultan. Tapi di era yang serba menggunakan internet ini, sebenarnya siapa pun bisa menangkap peluang untuk menghasilkan passive income, termasuk mahasiswa atau mereka yang baru lulus kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan karena pandemi.

Jelas, penghasilan pasif ini memiliki beberapa keuntungan. Pertama, passive income menawarkan kebebasan waktu. Tanpa perlu usaha ekstra dan alokasi waktu yang besar, mahasiswa bisa mendapatkan penghasilan rutin sambil tetap bisa bergulat dengan kehidupan dan tugas kampus, serta kehidupan sosial.

Passive income juga menawarkan passion dalam hidup. Dari Passive income yang sesuai dengan passion, kita bisa bekerja dengan senang hati dan mendapatkan pendapatan yang tinggi. Kita juga memiliki lebih banyak kebebasan untuk membuat pilihan setelah lulus: Bekerja kantoran atau memiliki usaha sendiri.

Selain itu, passive income dapat menjadi jaminan masa depan dan masa tua. Kalau kita mengumpulkan penghasilan ini sejak menjadi mahasiswa, ini bisa menjadi investasi kita di masa yang akan datang. Passive income  bisa menjamin hari tua kamu ketika kamu sudah tidak bisa produktif lagi.

Baca juga: Duh, Angka Pengangguran Muda Naik Gara-gara Pandemi

Cara mendapatkan passive income mahasiswa

Berikut ini cara mendapatkan passive income mahasiswa yang bisa kamu coba:

  1. Membangun laman atau blog sendiri

Kalau kamu suka menulis, kamu bisa membuat blog atau laman sendiri, yang bisa jadikan wadah tempat para pengiklan untuk mengiklankan produknya. Sistem Pendapatan tergantung dari sistem mana yang kamu ikuti. Jenis periklanan yang paling populer adalah Iklan PPC atau Pay-Per Click. 

Pay-per Click adalah model menghasilkan uang berdasarkan setiap klik yang dilakukan oleh pengunjung terhadap iklan yang dipasang di laman/blog. Penyedia iklan PPC terpopuler adalah Google Adsense.  

Google Adsense akan membayar kamu dengan mengacu pada jumlah tampilan iklan dan jumlah klik yang dianggap sah oleh penyedia PPC.

  1. Membangun sebuah kanal YouTube

Membangun sebuah kanal YouTube adalah sesuatu yang sangat menguntungkan. Konten yang dibuat bisa bermacam-macam seperti edukasi, animasi, unboxing, gaming, bahkan tutorial. 

Setelah kanal kamu sudah berisi konten, lakukan monetisasi dan sambungkan dengan Google Adsense, pastikan konten yang dibuat original agar mudah diterima oleh Google Adsense. 

Tetapi ada syarat yang harus terpenuhi agar bisa dimonetisasi, yaitu 1.000 subscriber dan 4.000 jam tayang dalam 12 bulan terakhir pada kanal YouTube kamu. Jika sudah diterima maka channel YouTube kamu akan terpasang iklan dari pihak Google Adsense. Sistem pendapatannya ada dua, yaitu CPM dan RPM. 

CPM adalah Cost Per Mille dimana berlaku US$1/1.000 tayangan. Sedangkan RPM adalah singkatan dari Revenue Per Thousand Impressions. Dalam hal ini, YouTube mengambil potongan sejumlah 45 persen pendapatan iklan yang dihasilkan lewat kanal YouTube kamu dari keseluruhan total RPM.

Baca juga: Untuk Kalian yang Bekerja Sambil Kuliah, Kalian Hebat

  1. Menjadi dropshipper

Menjadi dropshipper juga bisa menjadi alternatif kamu untuk mendapatkan passive incomeDropshipping merupakan proses pengirim barang secara langsung ke pelanggan dari pemasok yang merupakan pihak ketiga. Hal ini dilakukan tanpa perantara. Secara sederhana, dropshipping hampir mirip dengan bisnis reseller yang sudah sering kamu dengar.

Apa saja keuntungan menjadi dropshipper?

  • Modal yang dikeluarkan sedikit
  • Proses yang mudah dijalankan
  • Lokasi dan waktu berjualan lebih fleksibel
  • Pilihan produk yang variatif
  • Tidak terlalu menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran
  1. Investasi reksa dana

Reksa dana diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Cara investasi reksa dana ini cocok untuk pemodal kecil, karena dengan modal Rp100 ribu saja kamu sudah bisa mulai investasi di sana. Jika kamu masih awam dengan investasi reksa dana kamu bisa baca dulu ebook dari Finansialku. Finansialku telah bekerja sama dengan platform investasi reksa dana yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi sudah dijamin pemerintah.

Baca juga: Galau Sama Kerjaan dan Karier? Tonton 5 Romcom Ini

  1. Membuat toko daring sendiri

Sekarang masyarakat sudah enggak asing lagi dengan yang namanya e-commerce, dan kamu pun bisa berpartisipasi dalam bidang ini dengan menjadi pemilik toko daring alias online shop. Produknya bermacam-macam, mulai dari makanan, fashion, kecantikan, dan lain-lain.

Bila belum punya produk sendiri kamu bisa mengawali bisnis dengan menjadi penjual kembali atau reseller. Artinya kamu mempromosikan produk milik pemasok dan saat ada permintaan dari konsumen, tidak perlu khawatir kerepotan karena pemasokmu juga akan memberikan katalog dan harga yang sudah disepakati. Dengan menjadi reseller, kamu bisa belajar untuk ke depannya jika kamu punya produk sendiri.

Yuk mulai ciptakan passive income sekarang!

Artikel ini adalah hasil kerja sama Magdalene dengan finansialku.com untuk mendukung literasi keuangan anak muda dan UMKM.