Women Lead Pendidikan Seks
October 31, 2022

Salah Kaprah Tentang Vagina Kita

Apa bedanya vulva dan vagina? Memangnya apa patokan perempuan perawan? Dari A sampai Z, yang perlu kita pahami dari organ genital kita.

by Theresia Amadea, Reporter
Issues // Gender and Sexuality
Share:

Kamu punya nama khusus untuk organ genital perempuan? Miss V, vagina, atau sebutan lainnya? Faktanya, organ genital perempuan terdiri dari berbagai macam bagian dengan nama yang berbeda-beda. Misalnya, vulva dan vagina, dua bagian yang kerap bikin kita bingung. Jadi selama ini yang disebut Miss V itu vulva atau vagina?

Nyatanya vulva dan vagina berbeda, baik dari bentuk dan letaknya. Bahkan, tiap perempuan cisgender memiliki bentuk organ genital masing-masing. Lewat episode satu Ngossek musim dua, kita diajak belajar lebih tentang organ genital perempuan bareng Dinda Derdameisya, spesialis Kebidanan dan Ginekologi.

Baca juga: Hotel for Play: Cara Baru Belajar Seks lewat Seni

Miss V itu Vulva atau Vagina?

Organ genital perempuan dibedakan menjadi dua berdasarkan lokasinya, eksternal dan internal. Eksternal terdiri dari vulva, labia, clitoral hood, dan klitoris. Dinda menjelaskan, labia bentuknya seperti bibir, dan terbagi menjadi dua, labia minora dan labia mayora. Sedangkan vagina termasuk dalam organ internal, tempat penetrasi dilakukan. Panjang dari liang vagina sendiri sekitar 12 sentimeter.

Pada organ intim eksternal, terdapat dua lubang uretra untuk kencing, dan introitus vagina lubang liang vagina. Klitoris sendiri terletak di atas dua lubang ini dan ditutupi clitoral hood. Dinda menjelaskan, bentuk organ intim eksternal perempuan berbeda-beda, khususnya pada area labia.

Baca juga: Sabuk di Kamar 1032

Bentuk Organ Genital Memang Beragam

Bentuk dan warna labia terkadang membuat perempuan tidak nyaman. Mereka berpikir, bentuk organ intimnya tidak seperti “standar” yang dilihat pada artis perempuan di film porno, yang notabene berkulit putih. Hal ini secara langsung menyerang kepercayaan diri perempuan, yang menganggap organ genital artis porno adalah “standar ideal”

Padahal menurut Dinda, bentuk organ intim, khususnya labia tiap perempuan memang relatif unik. Sama halnya dengan bentuk tubuh lainnya, labia bisa tidak simetris. Labia bisa lebih pendek atau lebih panjang, dan bisa berkerut atau halus. Dinda memberi perbandingan bentuk labia seperti bibir yang bisa lebih panjang dari yang lain.

Dinda menambahkan, biasanya perempuan lebih memikirkan warna labianya. Bahkan, ada yang tidak percaya diri karena warna labia yang gelap dan menginginkan warna merah muda. Sehingga, tak heran marak produk agar warna labia menjadi lebih cerah.

Melansir dari artikel Refinery29 It’s Totally Normal To Have Dark Labia, bentuk dan warna labia dipengaruhi oleh hormon. Normal jika warna labia minora dan mayora lebih gelap dari kulit sekitarnya. Sebab, perubahan warna disebabkan hormonal saat pubertas, kehamilan, dan penuaan.

Ras juga menjadi salah satu penyebabnya. Perempuan kulit putih secara alami memiliki warna labia cerah atau merah muda. Berbeda dengan perempuan bukan kulit putih, di mana cenderung memiliki warna labia yang lebih gelap.

Ilusi yang ditampilkan artis porno juga memengaruhi standar kita terhadap rambut kemaluan. Video porno menampilkan artis yang biasanya tidak memiliki rambut kemaluan. Dari sinilah akhirnya banyak perempuan yang menghilangkan rambut kemaluan demi memenuhi standar itu. Nyatanya rambut ini tercipta karena memiliki peran penting untuk organ reproduksi.

Baca juga: Pelumas Heydiago, Bikin ‘Happy’ Anti-Iritasi

Rambut Kemaluan Punya Fungsi

Rambut kemaluan memiliki fungsi untuk melindungi organ intim perempuan. Alih-alih dekorasi, ttu mencegah kotoran, kuman, dan penyakit masuk organ intim. Bahkan rambut kemaluan dapat membantu mengurangi risiko tertular infeksi menular seksual. Penemuan ini disebutkan pada penelitian Breyer bertajuk Correlation Between Pubic Hair Grooming and STIs: Results From A Nationally Representative Probability Sample (2017).

Meski begitu, tidak masalah jika rambut kemaluan dihilangkan. Jika rambut halus membuat aktivitas seksual tidak nyaman atau gatal, bisa di-waxing. Dinda bilang, jika memilih untuk menghilangkan rambut kemaluan, kebersihan organ intim harus lebih diperhatikan. Pasalnya, pelindung alaminya sudah dihilangkan. Menumbuhkan rambut kemaluan, merapikan dengan memotong, atau waxing adalah pilihan setiap orang. 

Keperawanan Dalam Medis

Pilihan perempuan juga tidak sekadar dari organ intimnya saja. Namun, juga tentang aktivitas seksual, termasuk doktrin keperawanan dan selaput dara. Padahal selaput dara tidak bisa menjadi patokan tentang keperawanan, bahkan tak ada istilahnya dalam dunia medis

Definisi keperawanan di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ada dua, yakni anak perempuan yang sudah patut kawin atau belum pernah bersetubuh dengan laki-laki. 

Pada artikel Magdalene, Memangnya Kenapa Kalau Aku Tak Perawan Lagi? Menyebutkan, konsep keperawanan hanyalah produksi budaya patriarki. Jessica Valenti penulis The Purity Myth (2009) menambahkan, keperawanan adalah mitos yang sengaja dibikin untuk merendahkan perempuan.

Secara medis Dinda mengiyakan tidak ada konsep tentang keperawanan. Pemeriksaan panggul atau selaput dara tidak bisa menyatakan dengan pasti, perempuan sudah melakukan hubungan seksual. Dalam hal ini, bentuk selaput dara itu beragam, dari yang tertutup, bolong, atau berada di pinggir. Sehingga sekali lagi, selaput dara tidak dapat menentukan keperawanan perempuan.

Memang bentuk selaput dara biasanya berlubang dan akan robek saat berhubungan seksual. Namun, imbuh Dinda, selaput dara belum tentu robek dengan penetrasi. Bisa jadi karena aktivitas ekstrem, seperti naik sepeda, berkuda, atau jatuh.

Selaput dara juga tidak tentu akan berdarah saat robek. Sehingga, menjadi masalah ketika muncul anggapan di malam pertama perempuan perawan akan mengeluarkan berdarah.

Theresia Amadea, reporter yang bermimpi hidup dengan tulisannya dan hidup sederhana dengan circle pilihannya. Menyukai budaya Korea dan Jepang dan bermimpi kuliah lanjut ke Eropa.