Women Lead Pendidikan Seks
August 05, 2021

Apakah Kucing Anjing Bisa Terinfeksi COVID-19 dan Menulari Manusia?

Penelitian menyatakan hewan peliharaan bisa terinfeksi COVID-19 tetapi kemungkinan menularkannya ke manusia sangat rendah.

by Annette O'Connor dkk.
Lifestyle
Share:

Sejak lama, ditemukan penularan penyakit dari hewan ke manusia dan sebaliknya. COVID-19 adalah salah satunya. Sebuah berita mengejutkan mengabarkan seekor harimau yang hasil tesnya positif COVID-19 di kebun binatang Bronx, Amerika Serikat.

Kami epidemiolog penyakit hewan yang mempelajari penyakit menular; kami telah menerima banyak pertanyaan mengenai bagaimana virus SARS-CoV-2 mempengaruhi hewan peliharaan.

Bisakah Hewan Peliharaan Terkena COVID-19?

Ketika berbicara mengenai virus, kata “terkena” atau “tertular” menjadi ambigu. Pertanyaan yang lebih tepat adalah: dapatkah kucing atau anjing saya terinfeksi SARS-CoV-2?

Jawabannya iya. Ada bukti dari kasus nyata serta eksperimen laboratorium yang membuktikan bahwa kucing dan anjing dapat terinfeksi virus corona.

Di Hong Kong, petugas kesehatan telah menguji 17 anjing dan 8 kucing yang hidup dengan pasien COVID-19. Mereka menemukan bukti bahwa dua jenis anjing terpapar virus: Pomeranian dan German Shepherd, meskipun tidak ada yang sakit.

Tidak ada di antara kucing tersebut yang terinfeksi atau sakit. Namun, ada laporan terpisah tentang kucing dari Hong Kong yang terinfeksi. Kasus kucing lain terinfeksi dilaporkan di Belgia. Pemilik kucing ini juga terkena COVID-19, namun tidak seperti di Hong Kong, pada kasus ini kucing menjadi sakit dengan gangguan pernapasan, disertai diare dan muntah.

Baca juga: Rumah Berpotensi Jadi Tempat Penularan COVID-19

Bukti terakhir datang dari Wuhan, Cina. Di sana, peneliti menguji 102 kucing dan menerbitkan studi pra-cetak dan hasilnya, 15 kucing dinyatakan positif memiliki antibodi terhadap virus - yang berarti kucing itu pernah terpapar pada masa lalu.

Peneliti tersebut mengatakan bahwa virus corona telah “menginfeksi populasi kucing di Wuhan, ini mengimplikasikan bahwa risiko yang sama juga dapat terjadi di daerah wabah lainnya.” Peneliti ini menguji kucing dari pemilik yang terkena COVID-19, rumah sakit hewan, dan bahkan beberapa hewan liar. Tiga kucing yang terinfeksi memiliki majikan yang terkena COVID-19, sedangkan untuk dua belas pemilik kucing lainnya tidak dan tidak jelas dari mana peliharaan mereka terpapar.

Kucing Saya Bisa Menularkan Virus ke Hewan Lainnya Enggak?

Jika kucing atau anjing dapat menyebarkan virus corona, maka otoritas kesehatan dan masyarakat perlu memasukkan hewan-hewan ini ke dalam perencanaan mereka untuk mengendalikan dan memperlambat pandemi.

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui betapa mudahnya virus corona bereplikasi pada hewan peliharaan dan apakah mereka dapat berpindah ke hewan lain. Sekelompok peneliti di Cina melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Untuk melakukan ini, mereka menginokulasi - yaitu, langsung mempaparkan - sejumlah kucing dan anjing dengan virus corona dengan menempatkan dosis besar SARS-CoV-2 dalam hidung mereka. Para ilmuwan kemudian menempatkan beberapa hewan yang diinokulasi ini di sebelah hewan kontrol yang tidak terinfeksi untuk melihat apakah hewan yang diinokulasi menjadi sakit, dapat menyebarkan virus ke hewan yang tidak sehat, atau keduanya.

Baca juga: Satgas COVID-19 Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Peneliti menemukan bahwa anak kucing dan kucing muda dapat terinfeksi ketika diberi virus dalam dosis besar. Kelima anak kucing yang diinokulasi menjadi sakit dan dua mati, tapi semua kucing muda dapat melawan infeksi tanpa menjadi sakit parah.

Mereka juga menemukan bahwa kucing dapat menularkan virus ke kucing lain. Setelah seminggu, sepertiga kucing yang tidak terinfeksi ditempatkan di sebelah kucing yang diinokulasi dan teruji positif.

Hasil ini memberi bukti bahwa SARS-CoV-2 dapat bereplikasi pada kucing dan membuat mereka sakit, ini juga menjadi bukti bahwa kucing dapat menularkan virus lewat udara ke kucing lain.

Penelitian yang sama juga mengamati anjing dan menunjukkan bahwa anjing lebih tahan terhadap virus dan tidak dapat menularkan ke hewan lainnya.

Ini informasi penting, tapi percobaan yang dilakukan sangat tidak alami. Tidak ada penelitian tentang penularan antara kucing dan anjing di dunia nyata sehingga masih belum jelas apakah penularan alami terjadi.

Walau percobaan ini menunjukkan bahwa kucing dan anjing tidak sepenuhnya kebal terhadap virus corona, tidak adanya pandemi di antara hewan peliharaan rumah tangga memberikan bukti bahwa mereka lebih tahan daripada manusia.

Dapatkah Saya Tertular dari Kucing Saya?

Meski kami tidak dapat mengatakan bahwa penularan virus dari anjing atau kucing itu sepenuhnya tidak mungkin, penelitian mengatakan bahwa kejadian ini sangatlah tidak mungkin. Saat ini tidak ada kasus yang dilaporkan tentang orang yang tertular coronavirus dari hewan.

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa “berdasarkan bukti saat ini, penularan dari manusia ke manusia masih menjadi pendorong utama” dari pandemi COVID-19, tapi “bukti lebih lanjut diperlukan untuk memahami apakah hewan dan hewan peliharaan dapat menyebarkan penyakit”

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan bahwa tidak ada bukti hewan peliharaan dapat menyebarkan COVID-19 kepada orang.

Walau kucing Anda dapat terinfeksi, menurut sains, sangat tidak mungkin mereka bisa menularkannya kepada Anda. Bahkan, jika kucing Anda terinfeksi, kemungkinan besar kucing itu tertular dari Anda.

Haruskah Saya Cegah Kucing Keluar atau Ubah Perilaku Anjing Saya?

Meskipun kemungkinan bahwa hewan peliharaan terkena virus dari hewan lain itu rendah, jika Anda membawa anjing atau kucing Anda ke luar, pastikan hewan peliharaan Anda mengikuti aturan yang sama seperti orang lain: jauhkan dari orang lain dan hewan lain.

Jika seekor anjing mendekati Anda, tidak perlu takut sakit karena virus pada bulu anjing. Tetapi hindari mendekati anjing dengan tali pengikat kalung anjing, karena ada jejak kontak manusia di tali itu.

Jika menderita COVID-19, CDC menyarankan untuk mengisolasi diri dari hewan peliharaan anda dan meminta orang lain untuk merawat mereka. Namun, jika itu tidak memungkinkan, cuci tangan Anda sesering mungkin dan hindari menyentuh wajah.

Perlu diingat: Jika hewan peliharaan Anda membutuhkan perawatan medis, pastikan untuk memberi tahu dokter hewan Anda jika Anda atau ada penghuni rumah lain terpapar COVID-19. Dengan informasi itu, dokter hewan dapat mengambil tindakan pencegahan yang memadai.

Bukti-bukti seputar hewan peliharaan dan virus corona berubah dengan cepat dan tim kami memastikan selalu ada ulasan terbaru bagaimana kucing, anjing, musang, hewan peliharaan lain dan ternak lain dipengaruhi oleh virus corona.

Namun dengan bukti-bukti yang ada sekarang, tidak banyak yang perlu dikhawatirkan soal kucing atau anjing Anda. Dalam kasus yang jarang terjadi, mereka mungkin terinfeksi virus; tapi kemungkinan mereka sakit akibat infeksi atau menularkannya kepada Anda atau hewan lain sangat rendah.

Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh The Conversation, sumber berita dan analisis yang independen dari akademisi dan komunitas peneliti yang disalurkan langsung pada masyarakat.

Annette O'Connor adalah profesor epidemiologi penyakit hewan, Michigan State University. Jan Sargeant adalah profesor epidemiologi penyakit hewan University of Guelph. Sarah Totton adalah asisten peneliti, University of Guelph.