Women Lead Pendidikan Seks
November 22, 2022

Menstrual Cup: Solusi Tetap Aktif Saat Menstruasi

Aktivitas terbatas ketika menstruasi? Tidur malam jungkir balik tanpa takut bocor? Jalani aktivitas tanpa redup dengan ‘menstrual cup’.

by Ferena Debineva
Community // Brand News
Menstrual Cup
Share:

“Tasya”, 32, punya segudang aktivitas yang padat. Berenang di akhir pekan salah satunya. Hanya saja, aktivitas berenang tersebut harus terhenti ketika menstruasi datang. Ia merasa tidak nyaman jika harus mengenakan pembalut lalu masuk ke dalam air. Biasanya jika tamu bulanan tiba, ia lebih banyak berdiam saja.

Tasya bukan satu-satunya yang mengeluhkan keterbatasan aktivitas ketika menstruasi. April, 25, juga mulai mencari alternatif selain pembalut untuk menunjang aktivitas travelling.

“Susah banget untuk nyari tempat sampah khusus pembalut terutama ketika sedang jalan-jalan keliling Indonesia. Selain itu, aku juga udah mulai mikirin, nanti sampah-sampah pembalut ini dibuang kemana,” kata dia pada Magdalene beberapa waktu lalu.

Ia mulai mencoba beberapa alternatif yang lebih ramah lingkungan dan mudah dibawa kemana-mana. “Akhirnya teman merekomendasikan aku untuk pake menstrual cup. Dulu, sih, susah ya nyarinya. Harus jastip teman yang sedang ke luar negeri. Sekarang, pilihannya lebih banyak,” imbuhnya.

Tidak butuh waktu lama untuk April dan Tasya beralih ke menstrual cup setelah membaca banyak ulasan di internet dari para pengguna menstrual cup. April juga bergabung dengan komunitas pengguna menstrual cup untuk mencari lebih banyak informasi mengenai bahan, merek, dan cara penggunaan menstrual cup. Saat ini, April sudah menggunakan menstrual cup selama 1,5 tahun tanpa kendala yang berarti.

Baca juga: Cawan Menstruasi: Antara Lingkungan Hidup dan Kemiskinan

Usaha Mempopulerkan Menstrual Cup

Sudah rahasia umum jika pembalut sekali pakai adalah opsi yang paling banyak digunakan saat menstruasi. Data Biyung Indonesia menyebutkan, dengan perhitungan sekarang ada sekitar 70 juta perempuan menstruasi aktif, dan diasumsikan masing-masing memakai pembalut 20 lembar per bulan. Maka, akan ada 1,4 miliar pembalut sekali pakai dan berakhir menjadi sampah, dilansir dari Mongabay.

Selain itu, mengenakan pembalut terkadang dapat menyebabkan iritasi, baik akibat gesekan, reaksi alergi terhadap bahan pembalut, juga kelembaban dan panas yang bikin ruam di kulit. Jika tak diobati, ruam ini dapat menyebabkan gatal, bengkak, dan kemerahan.

Terdapat beberapa solusi alternatif yang dapat digunakan pada saat menstruasi, di antaranya : tampon, pembalut kain, celana dalam menstruasi, menstrual sponge, menstrual disc, dan menstrual cup.

Menstrual cup sendiri belakangan menjadi opsi yang banyak diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir. Dari penelusuran salah satu e-commerce online, terdapat kurang lebih 23.000 entries yang dapat ditemukan dengan kata kunci “menstrual cup”.

Menstrual cup yang kita kenal saat ini, pertama kali didesain oleh Leona Chalmers pada 1937. Dalam hak patennya bahkan disebutkan, produk dia tidak akan membuat orang merasa tidak nyaman. Pun, orang bisa tidak menyadari bahwa mereka tengah menggunakannya. Saat ini, menstrual cup justru mendapatkan tempat khusus bagi yang ingin beralih dari pembalut konvensional. 

Salah satu hambatan utama ketika membeli menstrual cup adalah harga. Pada tahun-tahun awal kemunculannya di Indonesia, harga menstrual cup dapat mencapai Rp500.000 hingga Rp700.000, tergantung merek. Harga yang mahal konon lantaran jumlah permintaan pasar yang sedikit, sehingga kebanyakan produk merupakan hand carry produk impor. Namun saat ini, harga menstrual cup sangat beragam, bahkan mulai dari Rp50.000 rupiah, setara dengan harga satu bungkus isi 20 pembalut sekali pakai. Namun tentunya, perlu dipastikan kembali mengenai kualitas produk dan bahan pembuatannya, ya!

Sesuai fungsinya, menstrual cup mencegah kebocoran dengan menampung cairan lebih efektif dibandingkan tampon dan pembalut. Menstrual cup menawarkan penggunaan yang nyaman karena dapat digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Sebut saja aktivitas bekerja, berolahraga, berenang, bahkan tidur malam hari.

Yang terpenting, menstrual cup juga merupakan opsi penggunaan yang ramah lingkungan, karena tidak menyisakan bekas buang seperti pembalut sekali pakai atau tampon. Itu dapat digunakan dan dicuci berulang kali dengan waktu pakai 10-15 tahun, tergantung kondisi perawatan dan pemakaian. 

Menstrual cup juga meminimalkan ruam pada kulit akibat gesekan dan iritasi dari bahan kimia yang ada di pembalut sekali pakai, bahkan dapat digunakan bersama dengan penggunaan IUD. Menstrual cup biasanya dibuat dari medical grade silikon, lateks atau thermoplastic elastomers, yang aman untuk tubuh. Menstrual cup menjadi pilihan yang nyaman, aman dan efisien untuk kebersihan menstruasi (van Eijk, dkk, 2019; Arenas-Gallo, dkk, 2020).

Meskipun demikian, penggunaan menstrual cup tidak disarankan untuk pendarahan pasca melahirkan karena adanya peradangan saat cervix belum tertutup sepenuhnya. Menstrual cup tidak disarankan untuk digunakan di luar periode menstruasi dan juga tidak disarankan untuk individu yang memiliki alergi terhadap bahan pembuatan utama (seperti silikon). Jika kamu memiliki alergi terhadap silikon, kamu bisa memilih menstrual cup dengan bahan thermoplastic elastomers (TPE)

Baca juga: Dari Pembalut Sampai Cawan: Kenali Alat Bantu Menstruasi

Yang Harus Kamu Tahu Soal Menstrual Cup

Menstrual cup biasanya hadir dalam dua ukuran, yaitu ukuran kecil dan besar. Ukuran kecil direkomendasikan untuk individu yang belum pernah melahirkan dan ukuran besar direkomendasikan untuk yang sudah pernah melahirkan. Terdapat juga opsi menstrual cup untuk individu yang menyesuaikan dengan tinggi-rendahnya leher Rahim. Pemakaian ukuran yang tepat disarankan agar menstrual cup tidak berpindah dari vagina sehingga meminimalkan kebocoran/ rasa tidak nyaman. 

Lalu, bagaimana cara penggunaannya? Cara memakai menstrual cup cukup mudah, yaitu dengan melipat dan memasukkan memasukkan menstrual cup ke dalam vagina dan mendorongnya hingga ke dekat dinding serviks. Carilah posisi yang memungkinkan kamu untuk rileks, sehingga otot-otot vaginamu tidak menegang dan menyulitkan untuk memasukkan menstrual cup. Kamu bisa mencoba dengan mengangkat satu kaki, atau dengan berjongkok, duduk, atau posisi lainnya yang memudahkan kamu.

Setelah dilipat, masukkan menstrual cup dan putar untuk memastikan ujung yang sudah kamu lipat tadi sudah terbuka sempurna untuk mencegah kebocoran. Dorong menstrual cup ke dalam kanal vagina. Beberapa orang memilih untuk memotong ujung batang menstrual cup untuk kenyamanan penggunaan, atau memilih ujung batang menstrual cup yang berbeda. Setelah memastikan menstrual cup berada di tempatnya, cobalah bergerak untuk memastikan kamu merasa nyaman dan tidak ada yang mengganjal. 

Untuk mengeluarkan menstrual cup, ambil posisi yang nyaman, cubit batang atau ujung menstrual cup dan menariknya perlahan. Jika dirasa kesulitan, kamu dapat mencoba menggerakkan otot perut dan pelvis untuk mendorong menstrual cup keluar. Kamu juga dapat mengaplikasikan kembali pelumas untuk membantu kelancaran proses ini. Setelah mengosongkan cairan yang ditampung, kamu dapat mencuci bersih cawan tersebut, menggunakannya kembali, atau menyimpannya dalam tempat yang bersih dan kering.

Jangan lupa untuk memastikan kebersihan tangan dengan sebelumnya mencuci tangan dan kuku dengan sabun dan air yang mengalir, untuk mencegah infeksi pada saat memasukkan atau mengeluarkan menstrual cup.

Baca juga: Seperti Raskin dan Rumah, Pembalut Pun Seharusnya Bersubsidi

Cara Penggunaan

Menstrual cup tidak akan mengganggu atau tidak perlu dilepas setiap kali buang air kecil. Ia dapat menampung 20 ml cairan dengan perhitungan rata rata siklus menstruasi berkisar dari 30 hingga 60 ml cairan. Menstrual cup juga dapat dipakai hingga maksimum 10 hingga 12 jam nonstop, sebelum dikeluarkan, dicuci, dan dipakai kembali. Namun demikian, penting untuk mengetahui siklus menstruasi untuk hasil yang lebih optimal dan mencegah kebocoran.

Girls Menstrual Cup (@g_menstrual_cup) adalah salah satu brand menstrual cup yang menawarkan produk menstrual cup lokal dengan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia juga kemudahan untuk mendapatkan produknya. Selain menyediakan produk menstrual cup, G-Cup juga membuat komunitas yang berisi kegiatan tanya jawab di platform whatsapp group sebagai sarana informasi dan edukasi.

Komunitas ini mendukung program zero waste untuk lebih peduli pada lingkungan dengan cara mengurangi limbah sampah pembalut sekali pakai yang sulit untuk di daur ulang. Komunitas G-Cup menjadi wadah bagi individu yang mengalami iritasi dan luka saat menggunakan pembalut sekali pakai dan ingin beralih ke alternatif lain yaitu menstrual cup.

Sudah dicoba enak banget. Dari yg biasanya setiap haid pasti lecet, lembab, gatal karna alergi pembalut, sekarang gak lagi. Awal pemakaian karena belum terlalu paham jadi bocor, tapi 1-3 hari kemudian sudah mulai bisa menyesuaikan - Wini.” 

Selain menstrual cup, GCup juga hadir dengan berbagai produk pembersih lainnya seperti GCup Feminine Wash yang bebas pewangi dan pewarna, sehingga aman digunakan untuk membersihkan menstrual cup. 

Dengan berbagai kenyamanan dan manfaat yang ditawarkan, sudah waktunya kita #BeralihkeCup dari pembalut sekali pakai! Kita nyaman, Bumi aman~ 

Ferena Debineva adalah founder dan chairperson SGRC (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies). Tulisannya kebanyakan adalah curhatan yang terlalu serius.