Women Lead Pendidikan Seks
November 22, 2019

Durex: Normalisasi Topik Seks untuk Hilangkan Stigma Infeksi Menular Seksual

Survei perdana Durex menemukan bahwa aspek tabu dan stigma masih menjadi tantangan terbesar dalam komunikasi kesehatan reproduksi dan edukasi seksual.

by Durex RB
Community // Brand News
Durex
Share:

Sebuah hasil survei lengkap oleh Durex RB Indonesia dengan JAKPAT pada tiga profil konsumen, yaitu anak muda, orang tua, dan pasangan menikah di lima kota besar Indonesia, menemukan bahwa aspek tabu dan stigma masih menjadi tantangan terbesar dalam komunikasi kesehatan reproduksi dan edukasi seksual.

Hasil survei perdana tersebut diungkapkan dalam acara Eduka5eks pada hari Kamis, 21 November 2019 di Soehana Hall, SCBD Jakarta. Acara peluncuran ini juga diadakan untuk menyambut Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember, bersama sejumlah pemangku kepentingan seperti Kementerian Kesehatan, Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual Indonesia (KSIMSI), serta dihadiri oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Survei tersebut menunjukkan bahwa pada responden anak muda, aktivitas seksual berisiko ditemukan pada kelompok usia 18-20 tahun dengan kemungkinan terkena infeksi menular seksual (IMS) sebesar 50:50. Pada responden orang tua, terdapat 65 persen responden yang menjadikan pengalaman pribadi sebagai referensi yang memungkinkan miskonsepsi antar generasi. Pada responden pasangan menikah, ditemukan adanya permasalahan isu transparansi antara pasangan yang bermanfaat untuk memutus rantai IMS. 


Survei ini juga menemukan sejumlah miskonsepsi pada IMS, khususnya HIV/AIDS seperti lebih dari 50 persen responden anak muda, orang tua, dan pasangan menikah percaya bahwa berciuman mampu menularkan penyakit HIV/AIDS.

Dalam hal ini, hasil survei juga mendukung tema yang telah diputuskan oleh Kementerian Kesehatan, “Bersama Masyarakat Meraih Sukses” untuk menghilangkan stigma dan mengontrol penyebaran HIV/AIDS di Indonesia. 


“Apresiasi saya sampaikan kepada Direksi dan segenap jajaran Reckitt Benckiser Indonesia (produsen Durex) atas langkah dan upayanya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan reproduksi melalui edukasi seksual bagi konsumen Indonesia. Momentum yang dipilih juga sangat tepat, karena sekitar 2 minggu lagi kita akan memperingati Hari AIDS Sedunia pada tanggal 1 Desember 2019,” ujar dr. Anung Sugihantono, M.Kes, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Republik Indonesia.

Lebih lanjut ia mengharapkan bahwa inisiatif ini akan memiliki keberlanjutan jangka panjang.

Berdasarkan hasil survei, beberapa topik yang jarang didiskusikan oleh ketiga profil konsumen meliputi: 


  • Topik pernikahan di bawah 20 tahun termasuk risiko kesehatannya hanya dibicarakan oleh 38 persen responden remaja dan 20 persen responden orang tua. 

  • Adanya tantangan komunikasi antara orang tua dengan anak yang diperlihatkan oleh 61 persen responden anak muda takut merasa dihakimi oleh orang tua, sedangkan 59 persen orang tua merasa khawatir jika mendiskusikan edukasi seksual seolah mengajarkan hubungan seks pranikah. 

  • Topik penyakit menular seksual termasuk cara pencegahannya hanya dibicarakan oleh 35 persen responden pasangan menikah.

Kampanye untuk menormalisasi perbincangan seksual

Bersamaan dengan peluncuran hasil survei lengkap ini, Durex RB Indonesia juga menyediakan kampanye Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertujuan untuk menormalisasi perbincangan seksual dalam konteks ilmiah namun tetap ringan, bernama Eduka5eks.

Kampanye ini berisi lima langkah mudah memahami pengetahuan tentang kesehatan seksual dan reproduksi bersama Durex Indonesia. Setiap langkahnya memberikan rekomendasi yang jelas bagi anak muda, orang tua, dan pasangan menikah. Selain itu, Durex juga mendorong konsumen untuk secara proaktif berkonsultasi dan berpartisipasi dalam kampanye tersebut di media sosial dengan tagar #EnaknyaDiobrolin.
Lima langkah tersebut meliputi:

  1. Ayo Pahami – Sikap terbuka untuk memperoleh lebih banyak informasi tentang kesehatan seksual dan organ reproduksi 

  2. Mari Bicara - Berani untuk memulai percakapan 

  3. Saling Menghargai - Menghargai pendapat dan keputusan orang lain. 

  4. Selalu Bertanggung jawab - Bertanggung jawab atas diri sendiri, pasangan kita, dan keluarga 
kita. 

  5. Pemeriksaan Kesehatan – Mulai melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. 


“Memahami situasi ini, kami mendorong konsumen Indonesia untuk menormalisasi komunikasi kesehatan reproduksi dan edukasi seksual antara anak muda dengan orang tua serta pasangan menikah. Karena profil ketiganya saling berhubungan satu sama lain dan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit menular seksual, khususnya HIV/AIDS yang masih menjadi permasalahan pembangunan di Indonesia. Oleh karena itu, kami menyediakan Eduka5eks untuk menyediakan informasi yang kredibel sekaligus membawa perbincangan seksual dalam konteks ilmiah namun tetap ringan” ujar Srinivasan Appan, General Manager Reckitt Benckiser Indonesia.

Hadir dalam acara, dr. Hanny Nilasari, SpKK, Ketua Umum Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual Indonesia (KSIMSI) menyebutkan, “IMS (infeksi menular seksual) adalah salah satu pintu masuk penularan HIV/AIDS. Selama ini usaha pencegahan telah dilakukan melalui kampanye dan edukasi pada populasi sehat terutama pada remaja. Menahan diri untuk tidak berisiko IMS merupakan hal wajib yang perlu digaungkan, agar bangsa Indonesia sehat dan menghasilkan generasi yang kuat. Mari beraksi cegah IMS mulai dari sekarang. Stigma bahwa HIV mudah menular juga perlu diluruskan, jauhi penyakitnya bukan penderitanya.”

Saat sesi talk show, dr. Helena Rahayu Wonoadi, Direktur CSR Reckitt Benckiser Indonesia mengatakan, “Kami akan berkolaborasi dengan beragam pemangku kepentingan terkait untuk membangun koalisi dalam kegiatan pemilihan duta mahasiswa dan tur di beberapa kampus guna menyelesaikan tantangan komunikasi kesehatan dan edukasi seksual di lingkungan sekitar anak muda. Bagi mahasiswa terpilih, kami akan menyediakan hadiah beasiswa.”

Reckitt Benckiser (RB) Indonesia melalui Durex akan melanjutkan kegiatan pemberdayaan generasi muda di tahun depan dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan seperti pemerintah, asosiasi tenaga medis, serta LSM.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Eduka5eks kunjungi http://durex.co.id/Eduka5eks