Women Lead Pendidikan Seks
December 04, 2019

Podcast Rekomendasi Magdalene yang Wajib Disimak

Selain Magdalene’s Mind, podcast-podcast ini patut disimak karena inovatif, menarik, dan menghibur.

by Elma Adisya, Reporter
Multimedia // Podcast
Share:

Tahun lalu, ketika saya mendapatkan tugas tambahan untuk mengurus podcast di Magdalene, saya senang sekaligus deg-degan. Meskipun sudah mendapat ilmunya waktu kuliah, tapi baru kali itu saya betul-betul memproduksi sebuah produk audio.

Saya kemudian mendengarkan banyak podcast dari rekomendasi para editor saya, serta hasil mengobrak-abrik perpustakaan Google Podcasts. Selama satu tahun ini, saya banyak belajar tentang podcast, yang memiliki banyak ragam format, genre, dan inovasi.

Podcast berbentuk talkshow atau wawancara merupakan salah satu bentuk yang paling banyak ditemukan, Magdalene’s Mind salah satunya. Selain itu, podcast berbentuk narasi cerita atau storytelling yang digabungkan dengan wawancara juga banyak dijumpai, termasuk yang paling populer adalah serial Caliphate dari wartawan The New York Times, Rukmini Callimachi.

Berikut adalah rekomendasi dari saya , yang saya bagi dalam beberapa genre dan format. Semuanya bisa didengarkan di Google Podcasts maupun Spotify.

Format: Solo Podcast

  • The Daily

Istilah solo podcast mengacu pada format dengan satu pembawa acara. Diproduksi secara rutin oleh The New York Times, The Daily berisi rangkuman isu-isu yang sedang hangat di dunia. Dipandu oleh wartawan Michael Barbaro, podcast ini membantu kita catch up dengan isu-isu terbaru di dunia.

  • Kabar Baru

Dalam konteks Indonesia, jika kamu ingin mengetahui berita-berita terbaru namun sudah lelah melihat layar ponsel, Kabar Baru produksi Kantor Berita Radio (KBR) ini sangat informatif. Kabar Baru tayang setiap jam untuk memberikan paket-paket berita terkini.

  • Darknet Diaries

Jika Hackable membicarakan tentang keamanan siber dari perspektif hal-hal aa saja yang bisa diretas oleh Hacker, Darknet Diaries memberikan perspektif langsung dari para Hacker.

Acara podcast yang dipandu secara solo oleh Jack Rhysider ini sudah mengudara sejak 2017 lalu. Dengan metode narrative podcast  dan sedikit  menyisipkan jawaban dari narasumber utama, Rhsyder menceritakan banyak hal seputar sisi gelap dari internet. Salah satu episode yang membuat kita berpikir ulang untuk sexting, bagaimana mudahnya meretas gawai anda dengan website palsu.

Format: Obrolan/Wawancara

  • Conversation with People Who Hate Me

Podcast ini digagas oleh Dylan Marron, aktor AS asal Venezuela yang terbuka dengan homoseksualitasnya. Marron adalah juga pengisi suara karakter Carlos di podcast cerita fiksi The Night Vale. Dalam Conversation, ia berdialog di telepon dengan orang-orang yang mengirimkan ujaran kebencian di media sosialnya.  

Hasilnya adalah obrolan yang terkadang canggung, intens, lucu, politis (terutama jika menyangkut ras dan identitas seksual), tapi selalu menarik. Di beberapa episode terbaru, ia juga membantu beberapa tokoh publik lain untuk mengobrol juga dengan para haters mereka.

  • Getting Curious with Jonathan Van Ness

Begitu melihat Jonathan Van Ness di serial televisi Queer Eye, saya langsung jatuh hati pada orang nonbiner berambut panjang coklat itu. Ternyata dia juga memiliki podcast yang telah tayang sejak 2015. Dalam podcast ini kita bisa menyimak persona lain Van Ness yang cukup intelek dan memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa mengenai banyak hal.

Sesuai dengan judulnya, podcast ini mengeksplorasi hal-hal sederhana dan keseharian sampai isu sosial dan politik luar negeri, yang dikupas dari kacamata orang awam. Topiknya beragam, dari cara menulis musik pop, beda kura-kura dan penyu serta nasib mereka, sampai sejarah konflik Palestina dan Israel. Setiap episode menghadirkan seorang ahli, dikemas secara santai, dan tentunya tetap dengan keceriaan Van Ness.

Baca juga: Magdalene’s Mind Live Podcast: Komedi dan Cerita Tentang Beragama

  • Hormonal

Bingung dengan perubahan mood, dan kondisi tubuh ketika sedang menstruasi? Segala sesuatu yang terkait dengan menstruasi dibahas secara mendalam dalam Hormonal Podcast.

Merupakan produksi dari Clue, sebuah aplikasi penanda jadwal menstruasi, Hormonal dipandu oleh penulis Rhea Ramjohn dan seorang praktisi kesehatan. Salah satu bahasan tentang efek dari polutan terhadap siklus menstruasi kita, adalah salah satu episode favorit saya.

  • Makna Talks

Podcast ini merupakan salah satu talkshow podcast Indonesia favorit saya. Diproduksi oleh Iyas Lawrence, co-founder dan pemandu Makna Talks, podcast ini menampilkan para influencer anak muda dari berbagai bidang kreatif. Latar belakang Iyas sendiri adalah art director.

Episode favorit saya adalah wawancara dengan Baskara Putra vokalis dari band .Feast. Dalam episode tersebut, mereka berdua membahas isu kesehatan mental dan bagaimana Baskara menuangkan isu tersebut ke lagu-lagu Hindia, proyek solonya.

  • Hackable

Setiap 53 detik, sebuah laptop dicuri dari mobil atau kantor. Data pribadi sudah diamankan dengan kata kunci, tapi apakah itu cukup? Ada banyak jalan menuju Roma, begitu juga untuk meretas sebuah gawai.

Untuk mengetahui cara meningkatkan keamanan dunia maya, simak podcast Hackable produksi McAfee, perusahaan pembuat program antivirus untuk laptop dan komputer meja. Menghadirkan pakar keamanan siber Bruce Snell, acara ini menghadirkan banyak informasi dan perspektif baru mengenai keamanan siber dalam tiap episodenya.

Format: Storytelling 

  • Fierce Girl

Diproduksi oleh ABC Radio, podcast ini berkisah tentang perempuan-perempuan hebat dari Australia, seperti Abigail Allwood, kepala ilmuwan di NASA, dan pemain sepakbola Sam Kerr.

Durasi podcast ini berkisar antara 14 hingga 25 menit dengan format seperti sandiwara radio, yang membuat kita hanyut dalam alur cerita Fierce Girl.

  • Serial

Kriminalitas merupakan salah satu tema dan genre favorit pendengar podcast. Salah satu yang paling popular adalah Serial, sebuah podcast jurnalisme investigatif yang dinarasikan oleh jurnalis Sarah Koenig.

Musim pertama program ini fokus pada pembunuhan remaja SMA di AS, sementara musim berikutnya mengisahkan tentara Amerika yang ditahan selama lima tahun oleh Taliban. Musim ketiga yang baru diluncurkan mengeksplorasi kasus-kasus di sebuah kompleks peradilan di AS.

Narasi yang ditampilkan sungguh mengikat, tidak salah jika podcast ini diganjar Peabody Award, salah satu penghargaan jurnalistik bergengsi di AS, untuk penceritaan inovatif untuk kisah nonfiksi panjang. Serial juga memecahkan rekor dunia podcast karena episode-episode di dua musim pertama telah diunduh lebih dari 340 juta kali.

  • The Dropout

Elizabeth Holmes, perempuan pengusaha bidang teknologi yang tadinya disebut-sebut sebagai the next Steve Jobs, menggegerkan banyak pihak karena ternyata dia seorang penipu. Holmes awalnya diyakini sebagai inovator dalam teknologi medis, menciptakan alat tes darah sederhana yang dapat mengetahui segala macam jenis penyakit. Tapi tentu saja alat itu tidak berfungsi atau bahkan ada.

Kisah Holmes secara terperinci dijabatkan di The Drop Out. Bagaimana dia bisa mengelabui media dan banyak orang, termasuk tokoh-tokoh terkenal seperti Bill Clinton yang menanamkan uang di perusahaannya.

Elma Adisya adalah reporter Magdalene, lebih sering dipanggil Elam dan Kentang. Hobi baca tulis fanfiction dan mendengarkan musik  genre surf rock.