Women Lead Pendidikan Seks
March 11, 2020

Pustakawan Bali Tingkatkan Minat, Akses Baca Anak Lewat Aplikasi Komputer

Teknologi internet dan perangkat elektronik dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan akses dan minat baca anak sekolah.

by Kipin School
Community
Membaca Buku Perempuan Literasi_SarahArifin
Share:

UNESCO menyebutkan Indonesia berada di urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia, cuma satu orang yang rajin membaca. Sementara dalam riset yang bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State University dinyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Memprihatinkan sekali

Apakah benar kondisi Indonesia seperti itu? Padahal kalau dilihat di pameran-pameran buku, selalu ramai dikunjungi oleh banyak anak. Ternyata, penyebab rendahnya minat dan kebiasaan membaca itu antara lain kurangnya akses, terutama untuk di daerah terpencil. Hal itu terungkap dari Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Seorang peneliti di Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Kemdikbud mengatakan, "Ada korelasi antara akses dengan kebiasaan, kalau enggak ada akses bagaimana mau membaca. Para pegiat literasi melihat bahwa minat baca cukup tinggi, tapi itu potensi yang belum mewujud jadi perilaku, kebiasaan, dan budaya.”

Di Indonesia Timur lebih parah

Empat dari 34 provinsi di Indonesia, terutama di Indonesia Timur, memiliki tingkat literasi terendah, yakni Papua, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengungkapkan, anak di Indonesia Timur menghadapi tantangan multisektoral, salah satunya adalah kesenjangan pendidikan dan kemampuan dasar.

Salah satu faktor pemicu kesenjangan pendidikan dan kemampuan dasar ini adalah kurangnya fasilitas seperti buku bacaan dan perpustakaan. Alasan ini diperkuat dengan pengalaman pegiat literasi  Nila Tanzil ketika berkunjung ke beberapa fasilitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur.

“Saya pernah bekerja di Nusa Tenggara Timur selama empat bulan dan sempat berjalan-jalan keluar masuk kampung, saya lihat di sekolah-sekolah tidak ada buku bacaan dan perpustakaan,” ujar Nila.

Baca juga: Okky Madasari dan Buku yang Membentuk Pola Pikir Kritis Anak

Penambahan koleksi buku perpustakaan lewat aplikasi digital

Biasanya, di sekolah-sekolah di pelosok desa masih akses terhadap buku baik di toko buku maupun perpustakaan kurang memadai. Selain masih sedikit toko buku dan perpustakaan yang tersedia, keadaan ini diperburuk oleh masih tingginya harga buku di Indonesia dan jarangnya buku-buku bermutu yang mudah dan murah disebarkan ke seluruh Indonesia.

Pustakawan dari  Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung, Bali, Dewa Rai Aribawa, lantas mencetuskan solusi murah dan jitu untuk masalah rendahnya minat baca dan keterbatasan akses anak-anak terhadap buku. Ia melibatkan teknologi internet, gawai, dan perangkat elektronik lain yang sudah ada dalam menciptakan aplikasi di komputer bernama Kipin School 4.0 for Windows 10.

Baca juga: Dari Lucinta Luna sampai Virus Corona: Tips Jadi Pembaca Berita yang Kritis

Penggunaannya cukup mudah, kita hanya perlu menghubungkan komputer berbasis Windows 10 milik perpustakaan dengan jaringan WiFi, kemudian mengunduh aplikasi tersebut di komputer. Di aplikasi Kipin School sudah tersedia banyak sekali bacaan literasi yang berupa komik, semua bersifat mendidik, sangat direkomendasikan sebagai bacaan yang sehat, mendidik, dan menarik bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Ada sekitar 300 komik pendidikan yang bisa diunggah serta buku-buku yang disediakan dari Kemdikbud,

Setelah semua buku yang ingin dibaca diunduh, pengunjung perpustakaan sudah bisa membacanya tanpa membutuhkan koneksi internet lagi karena buku sudah tersimpan di harddisk komputer. Mereka pun bisa membaca kapan pun dan di mana pun.

Petugas perpustakaan mencoba aplikasi Kipin School 4.0 for Windows 10.

Sofiati, petugas perpustakaan SDN Klampis Surabaya mengatakan, "Kami mempunyai dua komputer yang berisi komik pendidikan dari aplikasi Kipin School 4.0. Koleksi bukunya sangat disukai oleh anak-anak karena berisi cerita-cerita yang sangat menarik dan up-to-date. Ada yang tentang bahaya naik motor, pencegahan bullying, cuci tangan yang benar, toleransi, komik sejarah juga ada. Semua isinya mendidik, sangat bagus untuk dibaca oleh anak-anak zaman sekarang."

Sofiati  berharap, koleksi di app Kipin School bisa bertambah terus, sehingga siswa-siswa di sekolahnya bisa terus mendapatkan bacaan yang sehat, mendidik, dan tetap disukai oleh siswa.

Adanya aplikasi ini menciptakan efisiensi tinggi dalam pengeluaran pihak sekolah untuk penyediaan buku. Rai Aribawa mengatakan, "Kalau solusi ini bisa dimanfaatkan oleh semua sekolah-sekolah dan perpustakaan daerah di seluruh Indonesia, maka terjadi penghematan yang sangat besar dan manfaat yang positif dalam hal literasi anak-anak. Misalkan, harga sebuah komik Rp50.000, maka terjadi penghematan 300 komik x Rp50.000 senilai 15 juta per komputer.”

App Kipin School 4.0 for windows bisa diunduh gratis lewat Windows Store dengan alamat kipinschool.id