Women Lead Pendidikan Seks
March 18, 2021

Kenali Tanda-tanda Hubungan Cinta Merenggang Lewat Bahasa di Media Sosial

Sebuah riset menyatakan bahwa ada pola perubahan gaya bahasa yang digunakan seseorang sebelum, saat, dan setelah ia putus dengan pasangannya.

by Sarah Seraj dkk.
Lifestyle
Hubungan enggak harmonis
Share:

Dalam sebuah relasi, munculnya keraguan dalam diri seseorang telah menjadi hal yang lumrah. Ketika itu terjadi, biasanya ia tidak langsung mengatakannya ke pasangan. Bisa jadi, ia tidak ingin membuat pasangan khawatir dan ia percaya mereka bisa melewati masa-masa susah tersebut. Bahkan, mereka mungkin saja mengira bisa menyembunyikan perasaan tersebut dengan mudah.

Tapi ternyata, tanda-tanda tersembunyi dari merenggangnya suatu hubungan percintaan terlihat dari cara kedua pihak berkomunikasi.

Dalam riset terbaru kami, kami menunjukkan bahwa cara berbahasa orang-orang berubah secara perlahan dalam beberapa bulan dan minggu menjelang putusnya suatu hubungan– jauh sebelum pasangan memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Mempelajari Pola Putusnya Pasangan dari Reddit

Dulu, putusnya suatu pasangan adalah suatu hal yang sulit untuk diteliti karena merenggangnya hubungan bisa terjadi selama beberapa minggu, bulan – bahkan selama beberapa tahun. Untuk benar-benar memahami dinamika suatu perpisahan, idealnya para peneliti melacak kehidupan orang tersebut sebelum, saat, dan sesudah putus.

Namun, penelitian tentang hubungan asmara jangka panjang mulai berubah seiring dengan munculnya platform media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Reddit. Semakin banyak orang saat ini mengunggah dan menceritakan kehidupannya di media sosial, dan ini memudahkan peneliti melihat bagaimana orang-orang melalui berbagai gejolak dalam suatu hubungan seperti saat putus, sebelum, maupun setelah itu terjadi.

Baca juga: 5 Pelajaran Penting dari Pengalaman Patah Hati

Analisis dari bahasa sehari-hari ini bisa mengungkap informasi tentang perubahan emosi, gaya berpikir, dan hubungan mereka dengan orang lain. Salah satu media sosial yang populer, yakni Reddit, memiliki jaringan forum diskusi daring yang mencerminkan cara kita bersosialisasi di kehidupan nyata.

Ada ratusan, bahkan ribuan komunitas atau kamar – dikenal sebagai ‘subreddit’ – dengan berbagai topik bahasan dan minat, mulai dari olahraga tenis dan politik, hingga hobi seperti bermain game dan merajut. Ini memudahkan pengguna dengan minat yang sama untuk berinteraksi, bercerita tentang apa yang mereka suka, dan saling bertanya atau meminta saran.

Kami sendiri mempelajari suatu kamar subreddit bernama ‘r/BreakUps/’, di mana penggunanya banyak membahas lika-liku bubarnya hubungan mereka dengan pasangan. Kami mengikuti suatu kelompok yang terdiri dari 6.803 orang yang telah mengunggah cerita tentang putusnya hubungan mereka, serta melacak konten dan unggahan mereka hingga setahun sebelum dan sesudah mereka putus.

Unggahan yang kami telusuri tidak hanya di subreddit ‘r/BreakUps/’ ini, tetapi juga berbagai bahasa yang mereka gunakan dalam berbagai unggahan di subreddit lain selama jangka waktu tersebut. Kami ingin melihat apakah ada tanda-tanda akan terjadinya perpisahan bahkan ketika mereka belum membicarakannya antara satu sama lain.

Setelah menganalisis lebih dari satu juta konten, kami melihat beberapa tanda dalam bahasa yang mereka gunakan, yang mungkin bisa mendeteksi kemungkinan putusnya suatu hubungan hingga tiga bulan sebelum terjadi. Tidak hanya itu, kami juga mendeteksi perubahan perilaku berbahasa enam bulan setelah perpisahan.

Berbagai perubahan ini dapat kami lacak bahkan saat orang tersebut tidak membicarakan hubungannya sama sekali. Ini bisa muncul ketika pengguna tersebut sedang membahas olahraga, memasak, atau traveling.

Meskipun mereka tidak benar-benar tahu bahwa hubungannya akan berakhir, berbagai gejolak hubungan yang tengah terjadi sudah telanjur mempengaruhi gaya komunikasi mereka dengan orang lain.

Gaya Bahasa Sebelum, Saat, dan Setelah Putus

Jadi, bagaimana persisnya perubahan gaya berbahasa itu terjadi?

Satu poin penting dalam penelitian kami adalah bahwa orang cenderung lebih fokus pada diri mereka sendiri menjelang putusnya hubungan mereka. Ini akan terlihat dari banyaknya pemakaian kata seperti ‘aku’, ‘gue’, atau ‘saya’. Hal ini umum terjadi selama suatu periode kehidupan yang penuh dengan stres.

Riset lain juga mengatakan adanya kenaikan bahasa yang merujuk diri sendiri pada orang yang gelisah atau depresi.

Pada saat yang sama, bahasa yang digunakan juga menunjukkan turunnya daya pikiran dan analisis – ini termasuk hal-hal seperti kemampuan berpikir kritis. Bahasa yang mereka gunakan juga menjadi lebih informal dan personal. Mereka jadi lebih jarang membahas hal-hal seperti konsep, ide, atau misalnya kebijakan, dan lebih banyak membahas orang lain.

Sekitar periode putusnya hubungan hubungan, orang juga cenderung banyak membahas tentang pasangannya, mungkin karena mereka belum sepenuhnya mampu memisahkan antara identitas mereka sebagai seorang individu, dengan identitas mereka sebagai sebuah pasangan.

Setelahnya – seiring mereka memproses perasaan patah hati – mereka mulai menggeser fokus mereka ke orang-orang yang telah mendukung mereka melalui masa yang sulit.

Proses berpikir orang juga mengalami perubahan drastis selama terjadinya perpisahan. Mereka mulai mencari tahu dan berusaha memahami kenapa hubungan mereka bisa berakhir. Ini sering terjadi pada orang yang mencoba melewati peristiwa hidup yang sulit, baik itu trauma ataupun duka.

Baca juga: Cara ‘Move On’ dari Mantan ala Harley Quinn dalam ‘Birds of Prey’

Seiring berjalannya waktu, orang akan mulai menyusun suatu narasi tentang putusnya hubungan mereka, yang mendorong kembali aktifnya daya logika lain yang sempat memburuk saat mengalami perpisahan. Ketika ini terjadi, mereka menjadi siap untuk “move on” ke babak selanjutnya dalam hidup mereka.

Bagi kebanyakan orang di riset kami, butuh waktu sekitar enam bulan sebelum gaya bahasa mereka kembali normal. Tentu saja, rasa sedih adalah proses yang panjang dan sangat wajar untuk merasakan galau atau kepedihan hati dari waktu ke waktu, bahkan lama setelah putusnya suatu hubungan.

Karena analisis bahasa terbukti bisa mendeteksi tanda-tanda memudarnya suatu hubungan, maka ahli kesehatan – entah itu praktisi kesehatan mental, terapis, maupun psikolog – akan punya lebih banyak teknik untuk membantu pasien mereka.

Misalnya, beberapa orang menggunakan aplikasi digital untuk secara rutin menulis dalam jurnal atau membuat catatan harian. Aplikasi tersebut bisa dirancang untuk secara otomatis memberikan notifikasi pada pengguna apabila bahasa mereka terdeteksi mengandung tanda-tanda keresahan emosional tinggi, lalu menyarankan dan memberi rujukan ke ahli kesehatan.

Analisis seperti ini sudah mulai dikembangkan untuk mendeteksi dan memetakan perubahan lain dalam kehidupan seseorang, entah itu partisipasi mereka dalam gerakan protes atau tahapan awal timbulnya suatu penyakit. Analisis semacam ini akan terus-menerus menjadi lebih baik seiring kemajuan teknologi.

Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh The Conversation, sumber berita dan analisis yang independen dari akademisi dan komunitas peneliti yang disalurkan langsung pada masyarakat.

Sarah Seraj adalah mahasiswi Ph.D. di The University of Texas at Austin College of Liberal Arts. James W. Pennebaker adalah profesor psikologi di The University of Texas at Austin College of Liberal Arts. Kate G. Blackburn adalah peneliti pascadoktoral di The University of Texas at Austin College of Liberal Arts.