Women Lead Pendidikan Seks
June 24, 2022

5 Artikel Pilihan: Fakta RUU KIA hingga Megawati Rasis

Redaksi Magdalene merangkum lima berita pilihan untuk pekan ini, mulai dari rasisme Megawati hingga fakta penting RUU KIA.

by Magdalene
Issues
5 Berita Pilihan
Share:

1. Ucapan Rasisme Megawati dan Bias Kelas yang Tak Lagi Malu-malu

Sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati dalam pidatonya enggak mencerminkan jargon partai wong cilik yang selama ini ditegaskan. Justru menunjukkan diskriminasi kelas dan rasisme.

Baca selengkapnya di sini

2. 4 Catatan Penting RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak yang Harus Kamu Tahu

Sepintas tampak progresif, tapi RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak yang dibawa ke rapat paripurna, (30/6) ini bisa jadi bumerang buat perempuan.

Misalnya, dalam cuti hamil dan melahirkan selama enam bulan, posisi perempuan berpotensi jadi semakin rentan. Mereka semakin mudah digantikan oleh tenaga kerja primer (baca: laki-laki). Pun, akses yang semakin terbatas atas kesempatan kerja akan menyeret perempuan pada ranah domestik, dan menjauhkan mereka dari sumber daya ekonomi. Inilah awal dari feminisasi atau pemiskinan perempuan.

Simak artikelnya di sini

3. Nama yang Merepotkan dan Narasi Perih di Baliknya

Sejak tinggal dan mondar-mandir di beberapa kota/kabupaten di Jawa selama 12 tahun terakhir, pertanyaan soal kenapa saya punya nama sapaan Ratih sudah tak terhitung. Alasannya sederhana. Nama Ratih dianggap sangat jawani, dengan makna yang begitu diagung-agungkan.

Sependek pengetahuan saya, dalam upacara pernikahan jawa misalnya, pasangan Ratih dan Kamajaya kerap kali jadi role model atas kesetiaan mereka sehidup semati, walau yang saya tahu Ratih saja yang membuktikan kesetiaannya dengan membakar diri agar bisa tetap bersama suaminya yang keburu mati kena amuk Batara Guru. Selain kesetiaannya, pasangan ini juga jadi pujaan karena deskripsi fisik rupawan

yang melekat di benak masyarakat Jawa pada umumnya; berkulit langsat, bertubuh ramping, dan berambut lurus hitam.

Ini artikel lengkapnya.

4.  Abbott Elementary' dan Kembalinya Sitkom Bikinan TV

Sekejap setelah tayang, Abbott Elementary langsung jadi primadona. Sitkom yang rilis di ABC ini (musim pertamanya ada di Disney+ Hotstar) langsung menjadi buah bibir karena tak hanya berhasil mengibarkan kembali bendera sitkom tradisional di jaringan TV (alias bukan layanan streaming), tapi juga berhasil hanya dengan deretan nama selebritas yang bukan kelas A. Tak ada Steve Carell atau Amy Poehler di sana.

Dikemas dalam format mockumentary, seperti sitkom-sitkom legendaris The Office, Parks and Recreation, dan Modern Family, Abbott Elementary bercerita tentang suka duka guru-guru yang bekerja di sebuah sekolah negeri di West Philadelphia, dengan murid dan guru-guru yang mayoritas adalah orang kulit hitam.

Selengkapnya di sini.

5. Dua Alasan Kenapa Orang Pintar Sentimen pada Kelompok LGTBQ+

Media sosial Twitter sempat diramaikan dengan konten yang diunggah peneliti post-doktoral bidang genetik yang menyebutkan “bahaya” minoritas seksual dari perspektif sains. Ia berargumen, perilaku minoritas tidak dibentuk oleh genetika, hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Fenomena ini kemudian menimbulkan pertanyaan: Bukankah seharusnya seseorang dengan pengetahuan luas, seperti ilmuwan dan tenaga kesehatan profesional, memiliki sikap yang lebih kritis dalam mengolah bukti ilmiah serta tidak mudah menunjukkan prasangka antar kelompok?

Simak artikelnya di sini.

MAGDALENE is an online publication that offers fresh perspectives beyond the typical gender and cultural confines. We channel the voices of feminists, pluralists and progressives, or just those who are not afraid to be different, regardless of their genders, colors, or sexual preferences. We aim to engage, not alienate.