Women Lead Pendidikan Seks
April 22, 2022

5 Artikel Pilihan: Kontroversi Yusuf Mansur hingga Lelaki Beli Pembalut

Redaksi Magdalene merangkum lima berita pilihan untuk pekan ini, mulai dari surat terbuka untuk Yusuf Mansur hingga stigma lelaki beli pembalut.

by Magdalene
Issues
5 Berita Pilihan
Share:

1. Bukan Punya Ayah atau Suami, Tubuh Muslimah Miliknya Sendiri

Sejak lahir kedirian perempuan kerap disebut milik dan tanggung jawab ayah atau kerabat laki-lakinya. Setelah perempuan menikah, kedirian dan tanggung jawab itu menjadi milik suaminya.

Contohnya, istri yang memilih childfree dinilai menentang kodratnya sebagai pemilik rahim. Pun, perempuan dihakimi habis-habisan jika melepas jilbabnya, demikian juga mereka yang memilih berjilbab panjang dan mengenakan cadar. Tak hanya itu, ada juga hadis yang menyebutkan istri akan dilaknat malaikat sampai subuh jika menolak berhubungan seksual dengan suaminya.

Karenanya, eksistensi tubuh perempuan tidak sepenuhnya berada dalam genggaman sendiri. Peneliti kajian gender dan feminisme Islam Masthuriyah Sa’dan berargumen otoritas tubuh muslimah selalu dimiliki oleh dirinya sendiri, bukan keluarga maupun suaminya. 

Baca selengkapnya di sini.

2. Perjuangan Belum Selesai, Kita Masih Butuh Ratifikasi ILO 190

Pengesahan UU TPKS tak cukup jadi senjata menekan kekerasan di dunia kerja. Kita perlu mendorong ratifikasi konvensi International Labour Organization (ILO) 190. Sebuah ratifikasi yang digagas untuk menciptakan dunia kerja yang lebih inklusif dan jauh dari pelecehan dan kekerasan seksual. Dan jika memang Indonesia serius mengentaskan kekerasan seksual terutama di tempat kerja, ratifikasi ILO 190 harus didukung.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pentingnya ILO 190, berikut kami merangkum tiga hal terkait ILO 190 yang perlu kamu ketahui berdasarkan wawancara kami dalam Instagram Live Magdalene bersama Citra Hamidah, Senior Project Officer dari Better Work Indonesia:

Simak artikelnya di sini.

3. Menstruasi Bukan Aib, Kenapa Laki-laki Malu Beli Pembalut?

Pekan lalu, Twitter ramai membicarakan laki-laki yang malu membeli pembalut untuk pasangannya. Ia khawatir dicap enggak maskulin dan gay.

Memangnya ada apa, sih antara menstruasi, pembalut, dan laki-laki? Toh, benda tersebut jadi salah satu kebutuhan perempuan, yang punya siklus haid setiap bulannya.

Lagi pula apa yang harus dipermasalahkan ketika laki-laki membeli pembalut? Kan enggak akan mengurangi maskulinitasnya sedikit pun.

Ini artikel lengkapnya.

4. Lagu ‘Angel Baby’ Troye Sivan Minta 'Queerphobic' buat Kalem

Kebencian queefobik pada orang-orang queer bukan cuma bikin buta pada ilmu pengetahuan, tapi juga bisa mendorong mereka melakukan hal-hal konyol. Misalnya, marah-marah ke laman TikTok, Instagram, dan Youtube Troye Sivan karena kecewa penyanyi asal Australia itu seorang homoseksual.

Komentar-komentar macam “semoga Tuhan mengembalikan dia ke jalan yang benar” sampai “dasar pecinta lubang tayi” gampang ditemui di sana. Kata-kata queerfobik berbahasa Indonesia ini muncul setelah lagu Angel Baby milik Troye meledak di TikTok. Beberapa “penggemar” lagu itu kecewa karena sosok kekasih yang dipuja Troye dalam liriknya adalah pria. Mereka makin kecewa saat tahu video musik asli lagu itu berisi sorotan-sorotan homoerotika gamblang.

Selengkapnya di sini.

5. Surat Terbuka untuk Yusuf Mansur: Sedekah ya Sedekah, Bisnis ya Bisnis


Assalamualaikum, Ustaz Yusuf Mansur. Media sosial sedang ramai dengan video Ustaz marah-marah sembari gebrak meja. Enggak cuma sekali tapi lebih. "Saya butuh duit Rp1 triliun buat ngegedein PayTren! Bisa! Mau Anda patungan?" kata Ustaz di video lawas yang konon sudah disunat, diedit, dan dimodifikasi netizen itu. Tentu saja saya setengah gemetar saat menontonnya, bagaimana mungkin figur yang biasa
nongkrong di TV tiap Subuh, ngomong ndakik-ndakik soal nikmat sedekah, lengkap dengan ayat-ayat arkaik itu bisa demikian meledak? 

Imej yang terlanjur melekat di benak orang awam seperti saya adalah Ustaz orang baik. Lembut tapi juga tegas dalam kadar yang wajar. Bagaimana tidak baik? Ustaz konsisten mengingatkan umat Muslim untuk enggak melulu memikirkan urusan profan dan mulai sedekah tanpa pamrih.

Simak selengkapnya di sini.

MAGDALENE is an online publication that offers fresh perspectives beyond the typical gender and cultural confines. We channel the voices of feminists, pluralists and progressives, or just those who are not afraid to be different, regardless of their genders, colors, or sexual preferences. We aim to engage, not alienate.