Women Lead Pendidikan Seks
October 08, 2021

Fakta Animasi Castlevania Adaptasi Netflix yang Harus Kamu Tahu

Castlevania bercerita tentang Count Vlad Dracula Tepes, pemimpin klan vampir yang murka terhadap masyarakat Wallachia, karena telah menuduh istrinya sebagai penyihir.

by Jonesy
Culture
Castlevania Adaptasi Netflix
Share:

Belakangan ini saya sedang memperbaharui tontonan saya dan menemukan serial Netflix menarik berjudul Castlevania. Lagi-lagi karena iseng dan bosan, saya mencoba untuk menonton serial tersebut. Awalnya, saya tertarik karena melihat sampulnya yang aduhai kerennya, memperlihatkan salah satu karakter bernama Alucard.

Ternyata ketika saya mencoba menonton satu-dua episode, plot cerita yang disuguhkan tak kalah menawan. Castlevania bercerita tentang Count Vlad Dracula Tepes, pemimpin klan vampir yang murka terhadap masyarakat Wallachia, karena telah menuduh istrinya sebagai penyihir. Pasalnya, ia mempraktikkan ilmu kedokteran yang dahulu sangat asing dan dianggap sebagai sihir oleh masyarakat Wallachia. Kemarahannya itu membuat Dracula ingin membumihanguskan Wallachia, dengan memanggil pasukan iblis dari neraka. 

Hal ini membuat masyarakat Wallachia hidup dalam ketakutan dan krisis berkepanjangan. Kemiskinan terjadi di mana-mana. Melihat kekacauan yang terjadi, seorang pemburu vampir dari keturunan terakhir keluarga Belmont, Trevor Belmont pun tidak tinggal diam. Walaupun mulanya ia tak berniat membantu warga Wallachia, karena sedikit dendam dengan perlakuan mereka terhadap keluarga Belmont, Trevor pun akhirnya ikut berjuang menjatuhkan Vlad Dracula bersama dengan penyihir perempuan bernama Sypha Belnades, dan anak Count Dracula, Alucard.    

Baca Juga: 8 Karakter Perempuan dalam Anime Demon Slayer yang Kuat dan Tak Hitam-Putih

Sebetulnya, ketika menonton Castlevania, saya betul-betul tidak habis pikir, kalau dahulu manusia menggap sains adalah bagian dari praktik sihir. Salah satu contohnya, ketika Trevor dan Sypha pertama kali melihat isi dari kastil Dracula, dan bertemu dengan Alucard untuk pertama kalinya, Trevor agak bingung dengan keberadaan sebuah benda yang bisa memancarkan cahaya sendiri (yang sekarang kita kenal dengan lampu). 

Hal menarik lainnya yang membuat saya semakin tertarik di sini adalah keberadaan karakter Dr. Lisa Tepes, istri dari Vlad Dracula dan Ibu dari Alucard, yang digambarkan sebagai karakter perempuan kuat, cerdas, dan penuh keingintahuan. Ia sangat ingin belajar tentang ilmu kesehatan dan kedokteran, tapi harus berakhir secara tragis karena dituduh sebagai penyihir oleh pihak gereja.  

Dari beberapa hal ini, saya semakin tertarik dengan animasi Castlevania dan mulai mencari tahu lebih banyak soalnya. Nah, berikut beberapa hal tentang Castlevania, yang akan membuatmu tertarik untuk ikut menonton kartun bernuansa gothic ini. 

Diadaptasi dari Gim Legendaris Castlevania Besutan Konami 

Animasi Castlevania merupakan adaptasi dari video game berjudul sama, yang dibuat oleh perusahaan gim asal Jepang, Konami. Cerita dari animasinya didasarkan dari lini masa dari gim Castlevania III: Dracula’s Curse dan dikombinasikan dengan alur cerita dari gim Castlevania lain, Symphony of The Night dan Curse Dark Curse. 

Baca Juga: 7 Serial Anime Netflix Terlaris dengan Beragam Karakter Perempuan

Kreator untuk adaptasi Netflix dari Castlevania mengatakan, walaupun animasi ini mengikuti beberapa unsur cerita dari versi gimnya, animasi Castlevania adaptasi Netflix memiliki sedikit perbedaan dari gim, mulai dari karakterisasi hingga plotnya. 

Menghadirkan Beragam Karakter Perempuan Kuat 

Sebelum ini saya sudah menceritakan salah satu karakter perempuan kuat dalam animasi Castlevania, Dr. Lisa. Tak hanya Lisa, Castlevania sebetulnya memiliki banyak karakter perempuan, beberapa di antaranya adalah Sypha Belnades, Greta, Carmilla, dan beberapa karakter lainnya. 

Baca Juga: Surat Cinta Buat Doraemon, Karakter Kartun Revolusioner

Selain Lisa, saya juga tertarik dengan penggambaran karakter Sypha Belnades, yang digambarkan tak hanya sebagai perempuan independen tetapi juga perempuan kuat yang tak selalu harus terlihat kuat, karena ada kalanya kita perlu berbagi keresahan.

Castlevania Angkat Isu-isu Sosial, Termasuk Persekusi Minoritas

Tak hanya karakterisasinya yang menarik buat saya, isu yang diangkat dalam animasi Castlevania ini juga beragam dan kritis. Walaupun tidak membahas secara gamblang, ada cerita soal persekusi kelompok minoritas di dalam animasi ini, yang digambarkan melalui kisah dari kelompok speakers, sebuah kelompok cendekiawan yang sering berpindah-pindah tempat. 

Baca Juga: Rekomendasi Anime Bertema ‘Magical Girl’ dari Masa ke Masa

Mereka memiliki tugas sebagai kelompok yang menjaga cerita-cerita dari berbagai pelosok Wallachia. Mereka dipersekusi oleh kelompok gereja, yang melihat mereka sebagai akibat dari kemarahan Drakula dan juga mempraktekan sihir. Padahal faktanya adalah yang membuat drakula marah terhadap Wallachia, adalah perlakuan semena-mena dari pihak gereja yang membunuh istrinya secara sepihak. 

Walau Agak Depresif, Animasi Castlevania Unsur Humor Castlevania Mengobatinya

Kalau dilihat-lihat, memang Castlevania memiliki plot yang agak depresif. Ditambah lagi, kalau kamu enggak bisa melihat adegan sadis, Castlevania bukan hiburan yang cocok buatmu. Namun, jangan terlalu khawatir, buat kamu yang berniat menonton ini, kamu enggak bakal bosan, karena unsur humor dari animasi ini, bisa dibilang apik dan tidak out of place.