Women Lead Pendidikan Seks
October 28, 2022

Jakarta Independent Film Festival 2022 Kini Tayang ‘Hybrid’

Dua kali digelar daring, JIFF 2022 kini bisa dinikmati secara ‘hybrid’.

by Magdalene
Community
Jakarta Independent Film Festival 2022
Share:

Berhasil menyelenggarakan edisi pertama dan kedua dalam format daring, Jakarta Independent Film Festival (JIFF) edisi ketiga akan kembali hadir pada 2-6 November 2022. Di tengah-tengah situasi pandemi yang mulai agak landai, JIFF akan berlangsung dalam format hybrid dengan protokol kesehatan ketat.

Program-program JIFF edisi ketiga bisa diakses pada periode itu secara daring di platform streaming online festival, Endavo Media Management. Lalu akan dilanjutkan program luring yang akan dilaksanakan pada 5-6 November di Gripa Studio, Jakarta.

Kabar gembiranya, seluruh program, baik yang hadir dalam format daring ataupun luring dapat diakses gratis. Khusus untuk penayangan daring, panitia memberlakukan pemblokiran geografis khusus untuk Indonesia, sehingga hanya bisa diakses oleh penonton Tanah Air.

Baca juga: Gandeng CathayPlay, ‘Road to 3rd Jakarta Independent Film Festival’ Seru ‘Abis’

“Sebagai festival film berbasis kompetisi, kami senang sekali menyambut antusiasme para pembuat film dari berbagai penjuru dunia. Dari kurang lebih 1000 film yang kami terima, dengan bangga kami mempersembahkan 30 film pilihan yang masing-masing menjadi nominasi pada 10 kategori kategori yang dilombakan. Ketiga puluh film ini terdiri dari 15 negara, termasuk di antaranya film-film dari Australia, Amerika Serikat, Islandia, Argentina, Polandia, Prancis, Kanada, Jerman, Korea Selatan, Armenia, Singapura, Makedonia Utara, Turki, Yunani, dan tentunya Indonesia,” tulis panitia JIFF dalam resmi yang diterima Magdalene.

Datang dari latar belakang yang beragam, proses penjurian JIFF edisi ketiga tidak lepas dari dukungan dan dedikasi para juri. Di antaranya Arie Kartikasari untuk kategori Film Pendek Indonesia, Ilyani Alias untuk Film Pendek Internasional, Klara Virencia untuk Film Dokumenter Pendek Indonesia, dan Albertus Wida untuk Dokumenter Pendek Internasional. Keempat juri JIFF edisi ketiga ini juga akan hadir pada acara luring di Gripa Studio. 

Selama dua hari program luring, penonton bisa menikmati film dalam tiga program yang berbeda dan roundtable discussion dengan sineas, juri, dan juga komite JIFF. Penonton dan para sineas yang hadir pada pemutaran memiliki kesempatan untuk melakukan tanya jawab di akhir sesi tiap program. Tidak ketinggalan, di hari terakhir festival, akan ada malam penganugerahan untuk mengumumkan para pemenang di tiap-tiap kategori. 

Baca juga: Pesan Kesetaraan dalam Festival Film 100% Manusia

Selain refleksi terhadap masa-masa pandemi global selama hampir tiga tahun ke belakang, berdasarkan Festival Manajer JIFF Edisi Ketiga, Shadia Pradsmadji, film-film JIFF di edisi ini hadir membawa tema dan isu beragam yang aktual maupun timeless.

“Melalui pilihan film-film ini, kita diajak menengok keberagaman hubungan manusia, melintasi berbagai lapisan di dalamnya. Beberapa berisi perjalanan, tidak hanya petualangan yang menjauhi rumah tetapi juga perjalanan yang puitis tentang menemukan diri sendiri,” imbuhnya. 

Adapun film-film di luar program luring dapat diakses melalui www.jiff.ottchannel.com selama festival berlangsung. Sesi tanya & jawab dengan sineas yang berhalangan hadir juga akan tersedia di lini masa sosial media JIFF. 

Baca juga: Catatan dari FFI 2021: Minimnya Juri Perempuan hingga Posisi Festival

Pantau terus perkembangan menuju JIFF edisi ketiga dengan mengunjungi www.jakartafilmfest.com atau mengikuti kabar terbaru lewat akun Instagram JIFF di @jakartafilmfest dan Facebook di Jakarta Independent Film Festival.

Sampai jumpa di festival daring dan luring! 

MAGDALENE is an online publication that offers fresh perspectives beyond the typical gender and cultural confines. We channel the voices of feminists, pluralists and progressives, or just those who are not afraid to be different, regardless of their genders, colors, or sexual preferences. We aim to engage, not alienate.