Women Lead Pendidikan Seks
February 08, 2022

Rayakan ‘Valentine’s Day’ Sendirian, Siapa Takut?

Sudah saatnya kita menormalisasi perayaan Valentine tanpa pasangan.

by Aurelia Gracia, Reporter
Issues // Relationship
Rayakan 'Valentine's Day' Sendirian, Siapa Takut?
Share:

Setiap memasuki Februari, saya kerap menemukan kegundahan warganet akan status hubungannya, terlebih mereka yang jomblo. Ini bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir, melainkan sejak saya menggunakan media sosial untuk pertama kalinya di usia 11 tahun.

Begitu pula dengan teman-teman di sekolah. Mereka sibuk bertukar surat cinta dan cokelat untuk pacar maupun gebetannya. Sementara yang enggak punya pasangan, berakting super menyedihkan, termasuk menunjukkan kecemburuan mereka lantaran enggak ada yang memberikan hadiah.

Tentu Valentine’s Day yang membuat mereka mendadak mendambakan kasih sayang dari seseorang yang spesial. Namun, sebagai seseorang yang enggak pernah menjalin relasi romantis, saya tak merasa ngenes atau bertanya-tanya kapan bisa merayakannya bersama seorang mitra.

Justru saya enggak mengerti, mengapa segelintir orang ini memiliki idealisme sedemikian rupa, sampai mengharuskan memberikan hadiah dan menunjukkan kasih sayang tepat di 14 Februari. Bukankah kado dan afeksi bisa diberikan tanpa menunggu momen spesial?

Baca Juga: Kamu Perempuan Lajang di Antara Teman-teman yang Sudah Menikah? Silakan Baca Ini

Bahkan, hal tersebut disetujui oleh Maggie Drake, LMSW, terapis dan project manager di Cobb Psychotherapy, AS. Kepada Bustle ia mengatakan, “Melakukan sesuatu untuk pasangan atau menunjukkan cinta terhadap satu sama lain tidak perlu dilakukan pada satu hari tertentu.

Memang, sih, pada dasarnya Valentine’s Day kental dengan konsep “berpasangan”. Di Prancis dan Inggris misalnya, Valentine’s Day jadi awal musim kawin burung pada Abad Pertengahan. Hari itu bertepatan dengan momentum mengenang wafatnya Santo Valentinus, seorang martir dalam era Romawi Kuno.

Namun, bukan berarti kamu harus meratapi nasib hingga mempertanyakan keberhargaan diri. Toh kasih sayang bisa diberikan untuk teman-teman, seperti disebut sebagai Galentine’s Day oleh Psychology Today.

Oleh sebab itu, daripada menggelar pity party, kami merangkum beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk merayakan Valentine’s Day seorang diri, maupun bersama teman-teman.

Mempraktikkan Self-Care

Pernah mendengar kalimat “love yourself before loving someone else”? Kalimat itu bukan sekadar diucapkan untuk menyebarkan hal positif yang berkaitan dengan self-love. Kenyataannya, setiap orang perlu mencintai dan menerima diri apa adanya.

Self-care adalah salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan kesehatan fisik. Saat Valentine’s Day tiba, kamu bisa memprioritaskan diri sendiri dan melakukan berbagai aktivitas menyenangkan. 

Misalnya mendapatkan kualitas tidur yang baik, berinteraksi dengan teman-teman dan keluarga untuk membangun relasi dengan mereka, memberikan afirmasi untuk diri sendiri, atau membeli barang yang sejak lama diinginkan sebagai self-reward.

Meskipun tampak sederhana, beberapa hal di atas sering dikesampingkan ketika menjalani rutinitas sehari-hari. Padahal, self-care penting dilakukan dan memiliki beberapa manfaat, sebagaimana dijelaskan Verywell Mind. Contohnya, mengurangi depresi dan kecemasan, meningkatkan energi dan kebahagiaan, serta menguatkan relasi interpersonal.

Baca Juga: Mereka Pilih Menjomblo 25 Tahun, Kenapa?

Bertukar Kabar dengan Kerabat

Memasuki gelombang ketiga pandemi, tak dimungkiri virus COVID-19 mulai menginfeksi orang-orang terdekat. Maka dari itu, sebaiknya kamu bersikap proaktif untuk bertukar kabar dengan mereka, ataupun teman-teman dan keluarga yang sudah tidak berkomunikasi sejak lama.

Kenyataannya, keberadaan setiap orang belum tentu baik-baik saja. Siapa tahu, orang terdekatmu sedang membutuhkan dukungan materi atau emosional. Memang ini bukan perkara mudah, karena secara tidak langsung menuntut mereka untuk membuka diri.

Karenanya, kamu juga dapat berinisiatif menceritakan kondisimu dengan jujur. Kemudian, tidak perlu memaksa dan pastikan kamu memberikan safe space dengan tidak menghakimi ceritanya.

Selain menanyakan kabar, biasanya saya memanfaatkan kesempatan ini untuk mengapresiasi keberadaan mereka dalam hidup saya. Atau sekalian mengirimkan makanan dan hadiah lewat jasa kurir untuk menularkan kebahagiaan.

Main Card Game

Belakangan ini, marketplace tengah diramaikan produk permainan kartu berisikan pertanyaan untuk dimainkan sendirian, bareng teman, keluarga, maupun pacar. Dengan sejumlah pertanyaan dan wildcard di dalamnya, kamu bisa memperdalam koneksi dengan mereka, atau mengenal diri sendiri.

Misalnya apakah mereka sudah memprioritaskan kesehatan mental, kapan terakhir kali merasa dimengerti, perasaan yang dirasakan terhadap satu sama lain, dan hal-hal apa saja yang membuat bahagia.

Kalau merasa nggak perlu mengeluarkan uang untuk hiburan ini, kamu bisa meniru cara saya. Yakni memanfaatkan template akun-akun Instagram, yang rajin bikin pertanyaan bertemakan “ask me about”.

Baca Juga: Melajang Bukan Karena Tak Ketemu Jodoh, Tapi Karena Jodoh Tak Sesuai Harapan

Movie Marathon Secara Virtual

Walaupun pemerintah kembali mengumumkan PPKM level 3 untuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Bali, dan Yogyakarta, bukan berarti waktu bersenang-senangmu di Valentine’s Day ikut terbatas.

Dengan beragamnya layanan streaming film yang tersedia, kamu bisa menghabiskan hari dengan capcipcup memilih film, atau nonton serial televisi yang sama berulang kali, sambil memesan makanan lewat aplikasi ojek online. Bahkan sekaligus membakar kalori dan meningkatkan mood, seandainya kamu memilih menyaksikan film horor, seperti dikutip TIME.

Kalau malas sendirian dan menginginkan kehadiran teman-teman, kamu bisa menggunakan platform nonton berjamaah seperti Teleparty dan Scener. Dijamin menyenangkan dan enggak merasa sendirian lagi.

See? There are so many ways to be happy, and you don’t need a significant other on Valentine’s Day!

Magdalene membuat serial tulisan edisi Valentine 2022. Simak sejumlah artikel menariknya, dari aplikasi kencan hingga tips-tips merayakan Valentine di laman kami ya.

Aurelia Gracia adalah seorang reporter yang mudah terlibat dalam parasocial relationship dan suka menghabiskan waktu dengan berjalan kaki di beberapa titik di ibu kota.